BANDA ACEH, Independen News – Kabar duka menyelimuti masyarakat Aceh. Mantan Gubernur Aceh periode 2012–2017, dr. H. Zaini Abdullah, dikabarkan wafat pada Sabtu, 13 Juni 2026, di Banda Aceh. Kepergian tokoh yang akrab disapa Abu Doto ini meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Aceh.
Semasa hidupnya, Zaini Abdullah dikenal sebagai sosok yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Aceh, baik sebagai dokter, tokoh perjuangan perdamaian, maupun pemimpin daerah yang pernah memimpin Aceh selama satu periode pemerintahan.
Zaini Abdullah lahir di Pidie pada 24 April 1940 dan memiliki latar belakang sebagai dokter. Dalam perjalanan politik dan perjuangan Aceh, ia menjadi salah satu tokoh penting yang terlibat dalam proses perdamaian Aceh serta kemudian terpilih sebagai Gubernur Aceh pada Pemilihan Gubernur 2012. Ia resmi menjabat sebagai Gubernur Aceh pada periode 2012–2017.
Selama masa kepemimpinannya, Zaini Abdullah dikenal aktif mendorong pembangunan daerah, penguatan nilai-nilai keislaman, serta berbagai program pelayanan publik bagi masyarakat Aceh. Namanya juga tercatat sebagai salah satu figur penting dalam sejarah politik dan perdamaian Aceh pascakonflik.
Kepergian Abu Doto menjadi kehilangan besar bagi Aceh. Berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, ulama, akademisi, hingga mantan pejabat daerah, menyampaikan belasungkawa dan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di surga terbaik bersama orang-orang saleh.
“Jasa dan pengabdian beliau akan selalu dikenang dalam sejarah dan perjalanan pembangunan Aceh.”













