Meulaboh, Independen News – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Barat terus mendorong perubahan paradigma masyarakat dalam mengelola sampah. Melalui Program Kemitraan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, warga diajak menjadikan sampah bukan lagi sebagai masalah, melainkan peluang ekonomi yang bernilai.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Barat, Dr. Ir. Kurdi, ST, MT, MH, IPM, ASEAN-Eng, menyampaikan bahwa program ini hadir sebagai solusi nyata untuk menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“Pengelolaan sampah yang baik bukan hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Ini adalah langkah konkret menuju gampong yang mandiri dan berdaya,” ujar Kurdi.
Ia menjelaskan, melalui skema kemitraan ini, desa atau kelompok masyarakat akan dilibatkan langsung dalam pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan, pengangkutan hingga pengolahan. Keterlibatan ini membuka lapangan kerja baru bagi tenaga lokal.
Selain itu, sistem retribusi yang dikelola bersama juga memberikan dampak ekonomi. Sebanyak 35 persen dari hasil retribusi dapat menjadi pendapatan bagi gampong, sehingga mampu menggerakkan roda ekonomi desa secara mandiri.
“Manfaatnya sangat jelas. Kita bisa mengurangi kemiskinan, menciptakan lingkungan sehat, dan sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ini adalah kolaborasi yang saling menguntungkan,” tambahnya.
Kurdi juga menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam membuang sampah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah, serta tidak lagi membuang sampah sembarangan.
Menurutnya, program ini memiliki dasar hukum yang kuat, di antaranya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, serta Qanun Kabupaten Aceh Barat Nomor 4 Tahun 2017 yang mengatur tentang kemitraan dalam pengelolaan sampah.
“Dengan dukungan regulasi yang jelas, kami optimis program ini bisa berjalan maksimal. Yang dibutuhkan sekarang adalah komitmen bersama dari masyarakat,” tegasnya.
DLH Aceh Barat pun mengajak seluruh perangkat desa dan kelompok masyarakat untuk segera bergabung dalam program kemitraan ini. Harapannya, ke depan semakin banyak gampong yang menjadi percontohan dalam pengelolaan sampah yang bersih, sehat, dan bernilai ekonomi.
“Ayo kita ubah sampah jadi berkah. Dari yang selama ini dianggap masalah, menjadi solusi untuk masa depan yang lebih baik,” tutup Kurdi.












