Meulaboh, INDEPENDEN NEWS – DPRK Aceh Barat melalui Komisi II mendorong seluruh perbankan yang beroperasi di wilayah Aceh Barat untuk memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai langkah strategis mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.
Dorongan ini disampaikan dalam pertemuan dengan anggota Komisi II lainnya di DPRK Aceh barat, Jum’at (14/11/2025). Dalam pertemuan tersebut, anggota Komisi II menekankan bahwa perbankan memiliki peran penting dalam membuka peluang usaha baru dan meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Kami melihat masih banyak UMKM yang belum bisa berkembang maksimal karena keterbatasan modal. Untuk itu kami mendorong perbankan menghadirkan skema pembiayaan yang lebih mudah, cepat, dan berpihak kepada pelaku usaha kecil,” ujar salah satu anggota Komisi II DPRK Aceh Barat, M. Priya Nyona Feby.
Ia menyebutkan, beberapa kendala yang sering dikeluhkan UMKM adalah syarat administrasi yang berat, minimnya informasi tentang jenis pembiayaan, serta kurangnya literasi keuangan di tingkat kecamatan dan gampong.
DPRK juga mengajak perbankan memperluas layanan keuangan digital, termasuk mobile banking, QRIS, serta fasilitas pembayaran non-tunai yang dapat menunjang kegiatan usaha masyarakat di pasar-pasar tradisional maupun pusat UMKM.
“Digitalisasi layanan perbankan harus merata sampai ke tingkat gampong. Ketika akses menjadi lebih mudah, roda perekonomian masyarakat akan bergerak lebih cepat dan modern,” tambahnya.
DPRK Aceh Barat berharap perbankan segera berupaya bersama mendukung kebangkitan ekonomi daerah dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja baru bagi masyarakat.














