Langkah Inovatif Lapas Meulaboh, Warga Binaan Turun ke Sawah Dukung Pangan Daerah

MEULABOH, Independen News – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Meulaboh secara resmi memulai program kemandirian baru dengan membuka lahan persawahan produktif di dalam lingkungan lapas. Langkah ini ditandai dengan proses pembajakan lahan menggunakan traktor mesin yang merupakan hasil sinergi dan kerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Barat, Senin (04/05/2026).

Kegiatan yang berlangsung di area pertanian internal Lapas Meulaboh ini dihadiri langsung oleh jajaran struktural dan staf Lapas Meulaboh. Gemuruh mesin traktor yang mengolah tanah menjadi simbol semangat baru bagi warga binaan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas dari balik jeruji besi.

Program ini merupakan langkah konkret Lapas Meulaboh dalam mendukung program pemerintah pusat terkait ketahanan pangan nasional. Dengan memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif, Lapas Meulaboh siap bertransformasi memproduksi gabah yang diharapkan dapat menyokong kebutuhan pangan di wilayah Aceh Barat.

Kerja sama dengan Dinas Pertanian Aceh Barat memastikan bahwa proses penanaman, mulai dari pengolahan tanah hingga masa panen nantinya, dilakukan dengan standar teknis pertanian yang baik (Good Agricultural Practices).

Kalapas Meulaboh, Tendi Kustendi, menekankan bahwa inisiatif ini memiliki dimensi yang lebih dalam dari sekadar aktivitas ekonomi. Menurutnya, ada dua pilar utama yang menjadi target keberhasilan program ini.

“Kami ingin membuktikan bahwa lapas bukan lagi sekadar tempat pembinaan pasif, melainkan institusi yang mampu berkontribusi pada ketahanan pangan daerah. Hasil dari lahan ini nantinya diharapkan bisa bermanfaat bagi internal maupun masyarakat sekitar,” ujar Tendi.

Tendi menegaskan bahwa keterlibatan warga binaan dalam proses ini adalah bagian dari pendidikan vokasional.

“Melalui program ini, warga binaan mendapatkan keahlian (skill) pertanian modern. Ini adalah bekal berharga bagi mereka dalam proses reintegrasi sosial. Saat mereka bebas nanti, mereka memiliki identitas baru sebagai pribadi yang terampil dan mandiri, bukan lagi dipandang sebagai beban masyarakat.”

Kegiatan ini mencerminkan sisi humanis pemasyarakatan, di mana warga binaan diperlakukan sebagai manusia produktif yang diberikan kepercayaan untuk mengelola alam. Dengan menyentuh tanah dan merawat tanaman, para warga binaan diajak untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kesabaran.

Lapas Meulaboh berkomitmen untuk terus mengembangkan program kemandirian seperti ini agar selaras dengan tujuan pemasyarakatan: membentuk manusia yang bertaubat, tidak mengulangi tindak pidana, dan dapat diterima kembali oleh masyarakat dengan tangan terbuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *