Meulaboh, Independen News – Komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kembali ditunjukkan langsung oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi, yang turun ke lapangan meninjau kondisi rumah tidak layak huni (RTLH) di sejumlah desa, Kamis (19/3/2026).
Didampingi kepala dinas terkait serta para camat, Tarmizi menyambangi beberapa lokasi, memastikan warga kurang mampu segera mendapatkan perhatian dan bantuan nyata.
Di Kecamatan Woyla, tepatnya di Desa Pasi Jeut, Tarmizi memastikan rumah yang dihuni seorang ibu bersama dua anak yatim kini telah teraliri listrik. Ia menegaskan bahwa sebelumnya dirinya memberi target cepat agar kebutuhan dasar tersebut segera terpenuhi.
“Saya pastikan dalam waktu 1×24 jam rumah ini sudah dialiri listrik. Alhamdulillah sekarang sudah terpasang, sehingga saat Lebaran nanti mereka bisa tersenyum,” ujar Tarmizi.
Peninjauan berlanjut ke Desa Pasi Mesjid, Kecamatan Meureubo. Di lokasi ini, kondisi rumah warga sangat memprihatinkan. Sebanyak lima unit RTLH ditemukan, dengan salah satu rumah dihuni empat orang dalam kondisi lantai dari batang pinang, dinding rumbia, dan nyaris roboh.
Selain itu, Tarmizi juga mengunjungi RTLH di Gampong Blang Sibeutong, Kecamatan Bubon. Rumah tersebut diketahui telah ditempati sejak tahun 2008 dengan kondisi dinding hanya menggunakan terpal plastik. Namun, dalam waktu dekat telah dilakukan perbaikan awal dengan pemasangan dinding papan.
Melihat kondisi tersebut, Tarmizi menegaskan bahwa penanganan RTLH akan menjadi prioritas pemerintah daerah ke depan. Ia menyampaikan, usai Lebaran Idul Fitri, pihaknya akan membentuk tim khusus untuk melakukan pendataan menyeluruh.
“Tim ini akan dipimpin oleh Dinas Perkim dan Dinas Sosial, bekerja sama dengan seluruh camat untuk mendata kondisi di setiap desa. Prioritas kita adalah rumah dhuafa yang masih berlantai tanah, berdinding rumbia, tidak memiliki listrik, dan tidak memiliki fasilitas toilet,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran aparatur gampong dalam memberikan informasi yang akurat dan cepat kepada pemerintah daerah. Tarmizi mengaku tidak ingin lagi mengetahui kondisi warga dari media sosial.
“Ke depan, saya tidak ingin lagi mendapat informasi seperti ini dari media sosial. Keuchik dan aparatur gampong harus aktif turun ke lapangan, memastikan tidak ada warga yang tinggal di rumah tidak layak huni,” pungkasnya.
Langkah cepat dan responsif ini diharapkan mampu membawa perubahan nyata bagi masyarakat kurang mampu di Aceh Barat, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.









