Tangis Haru Warga Sikundo Pecah, Titipkan Ikan Kerleng dan Hasil Kebun untuk Kapolda Aceh sebagai Ungkapan Terima Kasih

ACEH BARAT, Independen News – Suasana haru menyelimuti kunjungan rombongan Polda Aceh ke Gampong Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Kamis (23/7/2026). Di balik peninjauan lokasi pembangunan Jembatan Gantung Sikundo, tersimpan kisah menyentuh yang menggambarkan besarnya harapan masyarakat terhadap hadirnya akses penyeberangan yang aman.

Seorang ibu warga Gampong Sikundo tak kuasa menahan air mata saat memeluk Irwasda Polda Aceh, Kombes Pol. Iskandar Z.A., S.I.K., yang hadir mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H.

Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, ibu tersebut memohon agar pembangunan jembatan gantung segera direalisasikan sehingga anak-anak mereka tidak lagi mempertaruhkan nyawa setiap hari saat menyeberangi sungai untuk berangkat ke sekolah.

Tangisan itu menjadi gambaran nyata beratnya perjuangan masyarakat Sikundo sejak jembatan utama rusak diterjang banjir pada akhir tahun 2025. Selama berbulan-bulan, warga terpaksa menggunakan jembatan tali darurat yang dibangun secara swadaya sebagai satu-satunya akses penghubung.

Sebagai bentuk rasa syukur atas perhatian yang diberikan Polri, masyarakat tidak datang dengan tangan kosong. Mereka menitipkan hasil alam terbaik yang dimiliki kepada Kapolda Aceh melalui Irwasda Polda Aceh.

Dengan penuh ketulusan, warga menyerahkan ikan kerleng segar yang baru ditangkap dari sungai di sekitar Gampong Sikundo, serta pisang dan buah pinang hasil kebun mereka. Meski sederhana, pemberian tersebut memiliki makna yang sangat mendalam sebagai simbol penghormatan dan ungkapan terima kasih atas kepedulian Polri terhadap kondisi masyarakat pedalaman.

Irwasda Polda Aceh menerima titipan tersebut dengan penuh haru dan menyampaikan bahwa perhatian Kapolri dan Kapolda Aceh terhadap masyarakat Sikundo merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir membantu masyarakat yang membutuhkan.

Rencana pembangunan Jembatan Gantung Sikundo diharapkan segera terealisasi agar masyarakat tidak lagi bergantung pada akses penyeberangan darurat yang membahayakan keselamatan. Selain memperlancar mobilitas warga, jembatan tersebut juga akan menjadi harapan baru bagi anak-anak Sikundo untuk menempuh pendidikan dengan lebih aman dan nyaman.

Momen pelukan dan tangisan seorang ibu yang menitipkan doa bersama hasil alam kampungnya menjadi bukti bahwa bagi masyarakat Sikundo, jembatan yang akan dibangun bukan sekadar infrastruktur, melainkan simbol harapan, keselamatan, dan masa depan bagi generasi mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *