Nagan Raya, Independen News – SMK Negeri 1 Nagan Raya resmi meluncurkan fasilitas Outdoor Learning atau ruang belajar terbuka sebagai upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, kreatif, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Launching Outdoor Learning tersebut berlangsung pada Rabu, 9 September 2026, dan dihadiri Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah Kabupaten Nagan Raya, Jufrizal, S.Pd.I., M.Si., jajaran sekolah, komite, dewan guru, tenaga kependidikan serta para siswa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kacabdin Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Barat Jufrizal, S.Pd.I., M.Si., Kepala Bagian Tata Usaha Cabdin Nagan Raya, Desi Jumaidir, S.Pd., M.Si., Ketua Komite SMKN 1 Nagan Raya, Sulaiman TB, SE, Kepala SMKN 1 Nagan Raya Ir. Agus Suryansyah, S.Pd., M.Pd., serta jajaran guru dan siswa-siswi SMKN 1 Nagan Raya.

Dalam sambutannya, Jufrizal memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi yang dilakukan Kepala SMKN 1 Nagan Raya, Ir. Agus Suryansyah, S.Pd., M.Pd., bersama jajaran sekolah.
Menurutnya, pembangunan ruang belajar terbuka tersebut merupakan sebuah terobosan yang patut diapresiasi, terlebih fasilitas itu diwujudkan dengan anggaran yang relatif kecil.
“Ini merupakan terobosan dan inovasi baru yang sangat luar biasa. Saya mendapat informasi dari panitia, pembangunan ini hanya mengeluarkan anggaran sekitar Rp5 juta. Dengan anggaran kecil seperti itu mampu membangun tempat yang sangat indah,” ujar Jufrizal.

Ia menilai, kreativitas tersebut dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Nagan Raya. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak seharusnya menjadi penghalang bagi kepala sekolah untuk menciptakan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi peserta didik.
Jufrizal bahkan mendorong agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh sekolah lain untuk kegiatan belajar kelompok maupun berbagai aktivitas pendidikan.
“Kalau ada sekolah lain yang ingin melakukan kegiatan atau kerja kelompok, tempat ini bisa dimanfaatkan. Gunakan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Ia juga mengingatkan para siswa agar memanfaatkan berbagai fasilitas dan teknologi secara bijak. Menurutnya, fasilitas yang diberikan orang tua maupun sekolah harus digunakan untuk mendukung pendidikan, bukan justru disalahgunakan.
“Anak didik yang baik adalah anak yang mematuhi aturan, baik di rumah maupun di sekolah. Orang tua ketika melepas anak-anaknya berangkat sekolah selalu mendoakan dan menaruh harapan agar mereka ke depan dapat membawa sebuah impian,” pesannya.

Lebih lanjut, Jufrizal menegaskan pihaknya memberikan ruang yang luas kepada kepala sekolah untuk berinovasi dan mengembangkan berbagai gagasan positif di lingkungan pendidikan.
“Secara pribadi dan bersama jajaran, kami memberikan kebebasan kepada semua kepala sekolah untuk melakukan inovasi dan melahirkan gagasan-gagasan yang baik,” ungkapnya.
Ia berharap Outdoor Learning SMKN 1 Nagan Raya tidak hanya menjadi fasilitas pelengkap, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan kreativitas siswa.
“Kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Ini menjadi kebanggaan bagi sekolah dan juga menjadi laporan bahwa kita mampu melakukan sesuatu yang bermanfaat,” pungkasnya.
Ciptakan Sekolah yang Aman, Nyaman dan Menyenangkan

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Nagan Raya, Ir. Agus Suryansyah, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pembangunan Outdoor Learning berawal dari keinginan sederhana untuk menghidupkan suasana sekolah agar lebih nyaman dan tidak terkesan kaku.
Ia bersama para guru dan tenaga kependidikan bergotong royong membangun fasilitas tersebut setelah kegiatan belajar mengajar selesai.
“Setelah jam belajar atau setelah siswa pulang, kami bersama-sama bergotong royong. Apa yang bisa kita buat untuk SMK kita, kita buat,” jelas Agus.
Menurutnya, tujuan utama pembangunan fasilitas tersebut adalah menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman sekaligus menyenangkan.
“Bagaimana menciptakan pendidikan yang aman dan nyaman, serta lokasi sekolah sebagai tempat belajar memang menyenangkan. Itu tujuan awal kami,” katanya.

Outdoor Learning tersebut juga diproyeksikan sebagai ruang alternatif bagi siswa untuk belajar kelompok, mengakses internet, melakukan kegiatan literasi digital, hingga menjadi tempat pelaksanaan berbagai kegiatan sosialisasi.
Agus mengatakan, keberadaan fasilitas tersebut juga menjadi solusi ketika sekolah mengalami keterbatasan ruang kelas, khususnya saat sebagian siswa sedang menjalani kegiatan magang.
“Ketika siswa kami selesai magang dan kembali ke sekolah, mungkin ada kekurangan kelas. Salah satu solusi yang kami pikirkan adalah membuat ruang belajar terbuka. Tempat ini bisa digunakan sebelum praktik maupun untuk belajar secara berkelompok,” ujarnya.
Tidak hanya untuk kegiatan internal sekolah, fasilitas tersebut juga telah disimulasikan untuk kegiatan sosialisasi dari pihak kepolisian.

Menurut Agus, suasana terbuka membuat kegiatan pembelajaran maupun sosialisasi terasa lebih santai, bersahabat, dan memungkinkan peserta lebih fokus.
Ia juga berharap Outdoor Learning dapat menjadi alternatif positif bagi siswa yang membutuhkan akses internet untuk mengerjakan tugas.
“Kita ingin siswa mengakses internet dan mengerjakan tugas di sini, tidak perlu harus duduk di warung kopi. Di sini mereka tetap berada dalam suasana sebagai pelajar, lebih terarah dan berada dalam lingkungan sekolah,” jelasnya.
Agus menambahkan, aspek keamanan juga menjadi salah satu keunggulan fasilitas tersebut karena lingkungan sekolah memiliki sistem pengamanan selama 24 jam.

Dengan berbagai manfaat tersebut, ia berharap Outdoor Learning dapat menjadi wahana bagi siswa untuk menggali ilmu pengetahuan, bertukar pengalaman, berdiskusi, serta mengembangkan berbagai program sekolah.
“Semoga fasilitas ini betul-betul bisa kita manfaatkan sebagai wahana menggali ilmu pengetahuan dan sarana untuk saling bertukar pengalaman atau mendiskusikan program-program kita, sehingga SMKN 1 Nagan Raya bisa menjadi salah satu sekolah unggulan,” pungkasnya.












