Aceh Selatan, Independen News – Semangat silaturahmi dan kolaborasi antar lembaga zakat kembali ditegaskan melalui kunjungan Baitul Mal Kabupaten Nagan Raya ke Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan yang berlangsung pada 1 April 2026 lalu.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi, meningkatkan transparansi, serta mendorong inovasi pengelolaan zakat antar daerah di Aceh.
Rombongan Baitul Mal Nagan Raya yang hadir dalam kunjungan tersebut terdiri dari Tgk. M. Saleh, MA (Anggota BMK), Ahmad Husaini (Anggota BMK), Firdaus, MKM (Kepala Sekretariat BMK), serta Enda Liyanda, SP (Plt. Kasubbag Umum).
Kehadiran rombongan disambut langsung oleh jajaran Baitul Mal Aceh Selatan, di antaranya Ketua Dewan Pengawas Tgk. Sairul Bahri, S.Pd.I beserta anggota, Ketua Badan Tgk. Misbar Basri, SH beserta anggota, serta Kepala Sekretariat Gusmawi Mustafa bersama para Kepala Subbagian.
Suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan mewarnai pertemuan tersebut. Silaturahmi ini tidak hanya menjadi ajang kunjungan formal, tetapi juga wadah strategis untuk bertukar gagasan, berbagi pengalaman, dan memperkuat komitmen dalam mengelola zakat secara amanah, transparan, dan profesional.
Tgk. M. Saleh, MA selaku Anggota Badan Baitul Mal Nagan Raya bersama Tgk Misbar Basri, SH Ketua Badan Baitul Mal Aceh Selatan menegaskan bahwa silaturahmi antar Baitul Mal memiliki nilai strategis dalam memperkuat kelembagaan.
“Silaturahmi ini bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi menjadi ruang untuk membangun ukhuwah kelembagaan. Dari sini tumbuh rasa saling percaya, saling belajar, dan semangat untuk terus berbenah dalam mengelola amanah umat,” ujarnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, silaturahmi ini juga menghadirkan sesi spesial Podcast Kito – Sahabat Zakat dengan tema “Sahabat Zakat: Bersama Menguatkan Umat” menghadirkan Tgk. M. Saleh, MA dan Tgk Misbar Basri, SH sebagai narasumber.
Dipandu oleh Saidi Hasan, SH seorang Jurnalis dimana podcast ini menghadirkan diskusi hangat bersama narasumber dari kedua Baitul Mal, yang mengulas pentingnya kolaborasi, transparansi, dan inovasi dalam pengelolaan zakat.
Kedua Narasumber menekankan pentingnya keterbukaan antar lembaga dalam meningkatkan kualitas pengelolaan zakat.
“Melalui pertemuan seperti ini, kita bisa saling berbagi praktik terbaik, mulai dari pelayanan zakat, pendataan mustahik, hingga inovasi program. Dengan keterbukaan, kita bisa berkembang bersama dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Badan Baitul Mal Aceh Selatan, Tgk. Misbar Basri, SH menegaskan bahwa transparansi merupakan kunci utama dalam membangun kepercayaan publik.
“Kepercayaan masyarakat lahir dari keterbukaan. Ketika zakat dikelola secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, maka partisipasi masyarakat akan meningkat,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan zakat produktif sebagai langkah strategis dalam pemberdayaan ekonomi umat.
“Zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi harus diarahkan pada program produktif. Kita ingin mustahik bisa mandiri, bahkan menjadi muzakki di masa depan. Inilah tujuan besar pengelolaan zakat,” ungkapnya.
Dalam pengantarnya, Saidi Hasan selaku host menyampaikan bahwa kekuatan zakat tidak hanya terletak pada nilai materi, tetapi juga pada semangat kebersamaan.
“Hari ini kita tidak hanya berbicara tentang zakat, tetapi juga tentang silaturahmi, kolaborasi, dan semangat saling belajar antar Baitul Mal. Inilah kekuatan yang akan membawa pengelolaan zakat menjadi lebih baik dan berdampak,” ujarnya.
Diskusi dalam podcast tersebut juga menyoroti berbagai tantangan pengelolaan zakat saat ini, terutama dalam membangun kepercayaan publik dan meningkatkan partisipasi masyarakat.
Namun demikian, para narasumber sepakat bahwa solusi utama terletak pada kolaborasi yang kuat, inovasi program yang berkelanjutan, serta konsistensi dalam menjaga transparansi.
Episode spesial Podcast Kito – Sahabat Zakat ini telah tayang, Selasa (21 April 2026) pukul 20.00 WIB di Channel YouTube Podcast Kito (Sahabat Zakat).
Melalui tayangan ini, masyarakat diajak untuk melihat bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan kekuatan besar dalam membangun kesejahteraan umat.
Silaturahmi antar Baitul Mal pun diharapkan terus terjaga dan berkembang, menjadi fondasi dalam menghadirkan pengelolaan zakat yang lebih profesional, terpercaya, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Zakat adalah amanah.
Silaturahmi adalah kekuatan.
Dan kolaborasi adalah jalan menuju keberkahan.






