Meulaboh, Independen News – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Hal itu disampaikan Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Barat, Dr. Ir. Kurdi, S.T., M.T., M.H., saat membuka Seminar Simposium bertema Comprehensive Acute Cardiac Care Management yang digelar Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien (RSUD CND) Meulaboh di aula rumah sakit setempat, Sabtu (15/8/2026).
Dalam sambutannya, Kurdi mengapresiasi RSUD CND yang terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, baik melalui pengembangan fasilitas maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan.
“Kegiatan ini merupakan langkah yang sangat penting dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga kesehatan, khususnya dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, terpadu, dan komprehensif bagi pasien dengan kondisi kegawatdaruratan jantung,” kata Kurdi.
Menurutnya, dalam penanganan kasus kegawatdaruratan jantung, faktor kecepatan pelayanan, ketepatan diagnosis, kualitas pengambilan keputusan klinis, serta koordinasi antarprofesi menjadi penentu utama keselamatan pasien.
Kurdi juga mengungkapkan bahwa Pemkab Aceh Barat akan terus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Bahkan, pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia mendatang, pemerintah daerah akan meresmikan sejumlah fasilitas kesehatan baru di RSUD CND.
“Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Aceh Barat,” ujarnya.
Ia berharap seminar tersebut tidak hanya menjadi wadah untuk memperbarui wawasan medis, tetapi juga menjadi momentum memperkuat sistem pelayanan, mulai dari mekanisme rujukan, komunikasi antarunit, kesiapsiagaan tenaga kesehatan hingga kolaborasi antar layanan kesehatan.
Usai membuka seminar, Kurdi bersama Direktur RSUD CND dan jajaran manajemen rumah sakit turut menjenguk serta menyapa sejumlah pasien yang akan menjalani operasi bibir sumbing.
Sementara itu, Direktur RSUD CND Meulaboh, dr. Akbar Siregar, Sp.PD, menjelaskan bahwa seminar ilmiah terkait penanganan penyakit jantung tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, kegiatan itu diikuti oleh puluhan tenaga medis yang terdiri dari dokter rumah sakit dan puskesmas di wilayah Aceh Barat.
“Bersamaan dengan seminar ini, kami juga melaksanakan operasi bibir sumbing. Besok kami akan meninjau ruang kateterisasi jantung, dan setelah upacara 17 Agustus akan dilakukan peresmian unit layanan jantung, UGD, ambulans, ruang ICVCU, serta ruang rawat bersama,” kata dr. Akbar.
Ia menambahkan, layanan kateterisasi jantung yang segera dioperasikan merupakan salah satu upaya strategis untuk menekan angka kematian pasien penyakit jantung di Aceh Barat.
“Selama ini banyak pasien yang harus dirujuk ke Banda Aceh untuk pemasangan ring jantung. Dengan hadirnya layanan kateterisasi jantung di RSUD CND, insyaallah tindakan tersebut sudah dapat dilakukan di Aceh Barat sehingga pelayanan menjadi lebih cepat dan efektif,” ujarnya.
Hadirnya layanan jantung terpadu tersebut diharapkan menjadi tonggak penting dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Aceh Barat, sekaligus mengurangi ketergantungan pasien terhadap rumah sakit rujukan di luar daerah.












