Prihatin Nasib Anak Korban Penyiksaan, Ketua DPRK Aceh Barat Datang Beri Dukungan dan Motivasi

MEULABOH, INDEPENDEN NEWS – Kepedulian terhadap korban perundungan anak ditunjukkan Ketua DPRK Aceh Barat, Hj. Siti Ramazan, SE., yang akrab disapa Dekti. Ia mengunjungi Dafa, seorang anak di bawah umur yang menjadi korban dugaan kekerasan, di kediaman neneknya di Kecamatan Kaway XVI, Selasa (2/11/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Dekti didampingi Sekretaris DPRK Aceh Barat (Sekwan), Fitriana, SE. Kehadiran keduanya merupakan bentuk kepedulian sekaligus memberikan dukungan moral dan semangat kepada korban agar dapat melewati masa pemulihan setelah mengalami peristiwa traumatis.

Dekti mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa Dafa. Menurutnya, sangat disayangkan seorang anak yang masih di bawah umur harus mengalami tindakan kekerasan yang diduga berlangsung selama kurang lebih dua jam.

Ia berharap tidak ada lagi anak-anak di Aceh Barat yang menjadi korban perundungan maupun kekerasan dalam bentuk apa pun.

Dalam kesempatan itu, Dekti juga memberikan motivasi kepada Dafa agar tetap kuat menghadapi cobaan, tidak meninggalkan salat dan mengaji, serta kembali bersekolah setelah kondisi fisik dan psikologisnya pulih.

Dekti turut memahami kondisi psikologis korban yang masih mengalami trauma. Bahkan, Dafa disebut memiliki keinginan untuk pindah sekolah karena merasa malu setelah video kekerasan yang dialaminya tersebar luas di media sosial.

Sementara itu, ibu korban, Leni Ayu Dana, menceritakan bahwa persoalan tersebut bermula ketika anaknya menemukan sebuah sepeda di kawasan Jalan Generasi. Sepeda tersebut kemudian dibawa oleh Dafa hingga pemiliknya merasa kehilangan dan berusaha mencari tahu keberadaannya.

Menurut penuturannya, pada malam kejadian, Dafa dibawa dari kawasan Gampong Suak Ribee menuju ke Gampong lapang di belakang STM. Di lokasi tersebut, anaknya diduga mengalami pengeroyokan dan penyiksaan.

Korban disebut mengalami pemukulan, pembakaran pada bagian paha, hingga rambut dan alisnya dicukur.

Akibat kejadian tersebut, Dafa hingga kini masih mengalami trauma dan belum bersedia kembali bersekolah karena masih dalam proses pemulihan.

Leni berharap para pihak yang diduga terlibat dalam tindakan kekerasan terhadap anaknya dapat diproses secara hukum dan memperoleh hukuman yang seadil-adilnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan mengunjungi Dafa, khususnya Ketua DPRK Aceh Barat, Hj. Siti Ramazan, SE., yang telah datang langsung memberikan motivasi dan semangat kepada anaknya.

Kunjungan tersebut diharapkan menjadi dukungan moral bagi korban dan keluarganya, sekaligus menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa anak-anak berhak mendapatkan perlindungan, rasa aman, dan lingkungan yang bebas dari kekerasan.

 

(Riosa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *