Tapaktuan, Independen News – Sebuah momentum bersejarah dalam gerakan kemanusiaan kembali tercatat di Kabupaten Aceh Selatan. Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Selatan secara resmi meresmikan Rumah Singgah H. Muhammad Kasim bin Chairuman sekaligus meluncurkan Program Layanan Titip Kursi Roda “Titip Kepedulian”, sebuah gerakan sosial yang diharapkan menjadi solusi nyata bagi pasien, lansia, dan penyandang disabilitas yang membutuhkan bantuan.
Namun sebelum prosesi peresmian dilaksanakan, suasana haru dan penuh makna terlebih dahulu menyelimuti acara melalui prosesi penyematan Pin dan Rompi BFLF Indonesia kepada sejumlah tokoh yang dinilai memiliki dedikasi, kepedulian, serta kontribusi nyata terhadap kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, SE., M.Sos, secara resmi dikukuhkan sebagai Pembina BFLF Indonesia bersama sejumlah tokoh nasional lainnya yang selama ini telah menunjukkan kepedulian besar terhadap masyarakat, khususnya anak yatim, dhuafa, pasien, dan kelompok rentan lainnya.
Prosesi pengukuhan tersebut menjadi simbol lahirnya kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, dunia usaha, komunitas sosial, dan masyarakat dalam membangun gerakan kemanusiaan yang berkelanjutan.
Dalam laporan panitia, Ketua BFLF Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa atau yang akrab disapa Ogek Agus, menyampaikan bahwa perjalanan berbagai program kemanusiaan yang hari ini dirasakan manfaatnya tidak terlepas dari dukungan dan komitmen yang diberikan oleh Bupati Aceh Selatan sejak awal masa kepemimpinannya.
Menurut Ogek Agus, sehari setelah H. Mirwan MS dilantik sebagai Bupati Aceh Selatan, dirinya menjadi salah satu kepala SKPK pertama yang dipanggil secara khusus untuk berdiskusi panjang mengenai berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan yang dihadapi masyarakat Aceh Selatan.
Dari diskusi tersebut lahirlah berbagai gagasan, inovasi, dan terobosan yang bertujuan memperkuat pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan perhatian dan bantuan.
“Sehari setelah beliau dilantik menjadi Bupati Aceh Selatan, saya dipanggil dan diajak berdiskusi panjang. Banyak sekali gagasan dan ide besar yang beliau sampaikan tentang bagaimana pemerintah harus hadir untuk anak yatim, kaum dhuafa, orang sakit, dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” ujar Ogek Agus.
Dengan suara yang bergetar menahan haru, Ogek Agus juga mengungkapkan bahwa dirinya berkali-kali menangis saat mendengar langsung komitmen dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Bupati Aceh Selatan terhadap persoalan sosial kemasyarakatan.
“Berkali-kali Ogek menangis terharu melihat dan mendengar langsung komitmen kepedulian Bapak Bupati untuk anak yatim, dhuafa, dan orang sakit,” ungkapnya.
Menurutnya, kepemimpinan yang terbuka dan mudah diakses menjadi salah satu alasan berbagai program kemanusiaan dapat berkembang dengan cepat.
“Ogek sangat dimudahkan untuk dapat bertemu langsung dan berkomunikasi dengan Bapak Bupati. Banyak persoalan masyarakat yang dapat langsung disampaikan dan dicarikan solusi bersama,” tambahnya.
Momentum berlanjut dengan peresmian Rumah Singgah H. Muhammad Kasim bin Chairuman yang diprakarsai oleh BFLF Aceh Selatan bersama keluarga besar Ujank Kasim sebagai bentuk penghormatan dan amal jariyah atas nama almarhum H. Muhammad Kasim bin Chairuman.
Rumah Singgah ini diperuntukkan bagi pasien dan keluarga pasien rawat jalan yang sedang menjalani pengobatan di RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan maupun RS Cahaya Sehat Tapaktuan. Kehadirannya diharapkan mampu mengurangi beban biaya akomodasi yang selama ini menjadi salah satu kesulitan utama masyarakat dari wilayah yang jauh.
Selain sebagai tempat tinggal sementara, Rumah Singgah juga menjadi pusat pelayanan kemanusiaan yang menyediakan berbagai layanan seperti donor darah, pendampingan pasien, layanan ambulans, sedekah nasi bungkus, sedekah air minum, rawat luka, rumah singgah ibu melahirkan, hingga Program Titip Kursi Roda “Titip Kepedulian”.
Program Titip Kursi Roda sendiri menjadi salah satu inovasi yang paling mendapat perhatian pada acara tersebut. Melalui program ini, masyarakat diajak untuk menitipkan kursi roda baru maupun bekas yang masih layak pakai untuk kemudian dipinjamkan secara gratis kepada pasien, lansia, dan penyandang disabilitas.
Ketua Umum BFLF Indonesia, Michael Oktaviano, S.STP, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap berbagai inovasi yang lahir dari Aceh Selatan.
Menurutnya, Program Titip Kursi Roda “Titip Kepedulian” merupakan gerakan sederhana namun memiliki dampak sosial yang sangat besar dan layak diterapkan secara nasional.
“Izin Ogek, Program Layanan Titip Kursi Roda Titip Kepedulian ini akan kami jadikan sebagai Program BFLF Indonesia dan akan kami sebarkan ke seluruh Indonesia,” ujar Michael Oktaviano yang disambut tepuk tangan meriah para undangan.
Pernyataan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi relawan BFLF Aceh Selatan karena program yang lahir dari kepedulian masyarakat lokal kini diproyeksikan menjadi gerakan kemanusiaan berskala nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Ogek Agus juga melaporkan bahwa BFLF Aceh Selatan telah mendapat amanah dua unit kendaraan operasional berupa Toyota Hiace dan Toyota Kijang Kapsul yang selama ini digunakan untuk melayani antar jemput pasien dan pendamping pasien rawat jalan dari wilayah Labuhanhaji Raya, Meukek, dan Sawang menuju RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan maupun RS Cahaya Sehat Tapaktuan.
Namun demikian, ia menyampaikan masih banyak harapan masyarakat yang belum dapat terlayani sepenuhnya.
“Di TikTok ada banyak permintaan dan harapan agar layanan antar jemput pasien juga dapat menjangkau wilayah Trumon Raya, Bakongan Raya, dan Kluet Raya,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut langsung mendapat respon spontan dari Pembina BFLF Indonesia, Ujank Kasim. Di hadapan seluruh undangan, beliau menyampaikan bahwa hasil komunikasi dan diskusi yang telah dilakukannya bersama Bupati Aceh Selatan menghasilkan sebuah komitmen besar untuk memperluas jangkauan pelayanan kemanusiaan tersebut.
Ujank Kasim mengumumkan bahwa dirinya bersama H. Mirwan MS akan segera menyiapkan satu unit kendaraan tambahan yang diperuntukkan khusus bagi Layanan Antar Jemput Pasien Rawat Jalan.
Mendengar kabar tersebut, seluruh ruangan sontak bergemuruh oleh tepuk tangan panjang. Banyak hadirin tampak terharu karena komitmen tersebut akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Penambahan armada ini diharapkan mampu meminimalisir terjadinya kondisi pasien yang kesulitan bahkan tidak dapat segera pulang ke rumah setelah menjalani pengobatan di RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan.
Momentum peresmian Rumah Singgah H. Muhammad Kasim bin Chairuman dan peluncuran Program Titip Kursi Roda “Titip Kepedulian” pada akhirnya bukan sekadar seremoni. Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa ketika kepedulian, keikhlasan, dan kolaborasi dipertemukan dalam satu tujuan yang mulia, maka harapan-harapan masyarakat dapat diwujudkan menjadi tindakan nyata yang memberi manfaat luas bagi sesama.
Dari Aceh Selatan, sebuah pesan kemanusiaan kembali dikirimkan kepada Indonesia: bahwa membantu sesama tidak selalu harus menunggu menjadi besar, tetapi cukup dimulai dari kepedulian yang tulus dan keberanian untuk bergerak bersama.













