Tapaktuan, Independen News – Sebuah momentum bersejarah dalam gerakan sosial dan kemanusiaan lahir di Kabupaten Aceh Selatan. Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Selatan secara resmi meresmikan Rumah Singgah H. Muhammad Kasim bin Chairuman sekaligus meluncurkan Program Layanan Titip Kursi Roda “Titip Kepedulian”, sebuah gerakan sosial yang bertujuan membantu pasien, lansia, dan penyandang disabilitas melalui peminjaman kursi roda secara gratis.
Acara yang berlangsung penuh haru dan kebahagiaan tersebut dihadiri oleh Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS, SE., M.Sos, unsur Forkopimda, Ketua Umum BFLF Indonesia Michael Oktaviano, S.STP, Pembina BFLF Indonesia Ujank Kasim, para kepala SKPK, tokoh masyarakat, relawan kemanusiaan, donatur, Alumni SMP ’84 dan SMA ’87 Tapaktuan, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Sebelum prosesi peresmian dilaksanakan, acara diawali dengan penyematan Pin dan Rompi BFLF Indonesia kepada sejumlah tokoh yang dinilai telah menunjukkan dedikasi, kepedulian, dan kontribusi nyata dalam bidang sosial dan kemanusiaan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS, SE., M.Sos secara resmi dikukuhkan sebagai Pembina BFLF Indonesia, bersama sejumlah tokoh nasional lainnya yang selama ini telah membuktikan kepeduliannya terhadap anak yatim, kaum dhuafa, pasien, dan masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Pengukuhan tersebut menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara pemerintah, relawan, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun gerakan kemanusiaan yang berkelanjutan.
Dalam laporan panitia, Ketua BFLF Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa atau yang akrab disapa Ogek Agus, menyampaikan bahwa berbagai program sosial dan kemanusiaan yang berkembang di Aceh Selatan hari ini tidak terlepas dari dukungan dan komitmen yang ditunjukkan oleh Bupati Aceh Selatan sejak awal masa kepemimpinannya.
Dengan penuh haru, Ogek Agus mengungkapkan bahwa sehari setelah dilantik sebagai Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS menjadi salah satu pemimpin pertama yang secara khusus mengundangnya untuk berdiskusi panjang tentang kondisi sosial masyarakat dan berbagai kebutuhan kemanusiaan yang harus segera dihadirkan solusinya.
“Sehari setelah beliau dilantik menjadi Bupati Aceh Selatan, saya dipanggil dan diajak berdiskusi panjang. Banyak sekali gagasan besar yang beliau sampaikan tentang bagaimana pemerintah harus hadir untuk anak yatim, kaum dhuafa, orang sakit, dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” ungkap Ogek Agus.
Menurutnya, dari berbagai diskusi tersebut lahirlah sejumlah inovasi dan terobosan sosial yang hari ini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Berkali-kali Ogek menangis terharu melihat dan mendengar langsung komitmen kepedulian Bapak Bupati untuk anak yatim, dhuafa, dan orang sakit. Ogek juga sangat dimudahkan untuk dapat bertemu langsung dan berkomunikasi dengan Bapak Bupati dalam menyampaikan berbagai persoalan masyarakat yang membutuhkan perhatian bersama,” tambahnya.
Momentum kemudian berlanjut dengan peresmian Rumah Singgah H. Muhammad Kasim bin Chairuman, sebuah fasilitas sosial yang dibangun sebagai bentuk penghormatan dan amal jariyah atas nama almarhum H. Muhammad Kasim bin Chairuman.
Rumah Singgah ini diperuntukkan bagi pasien dan keluarga pasien rawat jalan yang sedang menjalani pengobatan di RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan maupun RS Cahaya Sehat Tapaktuan. Kehadirannya diharapkan mampu meringankan beban masyarakat yang berasal dari wilayah Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Kota Subulussalam, maupun Aceh Singkil.
Lebih dari sekadar tempat tinggal sementara, Rumah Singgah ini juga menjadi pusat pelayanan kemanusiaan yang menghadirkan berbagai layanan sosial, di antaranya layanan donor darah, pendampingan pasien, sedekah nasi bungkus, sedekah air minum, layanan rawat luka, rumah singgah bagi ibu melahirkan, layanan ambulans, hingga Program Titip Kursi Roda “Titip Kepedulian”.
Dalam sambutannya, Bupati Aceh Selatan menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada keluarga besar H. Muhammad Kasim bin Chairuman, BFLF Indonesia, dan BFLF Aceh Selatan atas dedikasi yang telah diberikan untuk masyarakat. Beliau menegaskan bahwa Rumah Singgah ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan sebuah “Rumah Harapan” yang memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi pasien dan keluarga pasien yang sedang berjuang memperoleh kesembuhan.
Salah satu momen yang paling mendapat perhatian pada acara tersebut adalah peluncuran Program Layanan Titip Kursi Roda “Titip Kepedulian”.
Melalui program ini, masyarakat diajak untuk menitipkan kursi roda baru maupun bekas yang masih layak pakai agar dapat dipinjamkan secara gratis kepada pasien, lansia, dan penyandang disabilitas yang membutuhkan. Program ini mengusung semangat sederhana namun penuh makna:
“Titip Alat, Titip Harapan, Titip Kehidupan.”
Gerakan ini lahir dari keprihatinan masih banyaknya masyarakat yang membutuhkan kursi roda saat berobat maupun beraktivitas sehari-hari namun terkendala kemampuan ekonomi.
Ketua Umum BFLF Indonesia, Michael Oktaviano, S.STP, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi yang lahir dari Aceh Selatan tersebut.
Menurutnya, Program Titip Kursi Roda “Titip Kepedulian” merupakan sebuah gerakan sosial yang sederhana namun memiliki dampak kemanusiaan yang luar biasa besar.
“Izin Ogek, Program Layanan Titip Kursi Roda Titip Kepedulian ini akan kami jadikan sebagai Program BFLF Indonesia dan akan kami sebarkan ke seluruh Indonesia,” ungkap Michael Oktaviano yang langsung disambut tepuk tangan meriah seluruh undangan.
Pernyataan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi relawan BFLF Aceh Selatan. Sebab, sebuah program yang lahir dari kepedulian masyarakat di daerah kini diproyeksikan menjadi gerakan kemanusiaan nasional yang akan memberikan manfaat bagi masyarakat di berbagai penjuru Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Ogek Agus juga melaporkan bahwa BFLF Aceh Selatan saat ini telah mendapat amanah dua unit kendaraan operasional berupa Toyota Hiace dan Toyota Kijang Kapsul yang digunakan untuk melayani antar jemput pasien dan pendamping pasien rawat jalan dari wilayah Labuhanhaji Raya, Meukek, dan Sawang menuju RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan maupun RS Cahaya Sehat Tapaktuan.
Namun di balik capaian tersebut, masih tersimpan harapan besar masyarakat yang belum sepenuhnya terlayani.
“Di TikTok banyak masyarakat yang menitipkan harapan agar layanan antar jemput pasien juga dapat menjangkau wilayah Trumon Raya, Bakongan Raya, dan Kluet Raya. Mereka berharap tidak ada lagi pasien yang kesulitan berangkat maupun pulang setelah menjalani pengobatan,” ujar Ogek Agus.
Pernyataan tersebut langsung mendapat respon spontan dari Pembina BFLF Indonesia, Ujank Kasim.
Di hadapan seluruh tamu undangan, Ujank Kasim menyampaikan bahwa hasil komunikasi dan diskusi yang telah dilakukannya bersama Bupati Aceh Selatan menghasilkan sebuah komitmen mulia untuk memperluas jangkauan pelayanan kemanusiaan tersebut.
Beliau mengumumkan bahwa dirinya bersama H. Mirwan MS akan segera menyiapkan satu unit kendaraan tambahan yang akan digunakan khusus untuk mendukung Layanan Antar Jemput Pasien Rawat Jalan.
Mendengar kabar tersebut, ruangan sontak bergemuruh oleh tepuk tangan panjang dan wajah-wajah haru para undangan. Banyak yang menyadari bahwa keputusan tersebut bukan sekadar penambahan kendaraan, tetapi merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Penambahan armada ini diharapkan mampu menjangkau wilayah Trumon Raya, Bakongan Raya, dan Kluet Raya serta meminimalisir terjadinya kondisi pasien yang kesulitan bahkan tidak dapat segera pulang ke rumah setelah menjalani pengobatan.
Peresmian Rumah Singgah H. Muhammad Kasim bin Chairuman dan peluncuran Program Titip Kursi Roda “Titip Kepedulian” pada akhirnya bukan hanya sebuah seremoni. Momentum ini menjadi bukti bahwa ketika kepedulian dipadukan dengan keikhlasan, kolaborasi, dan semangat gotong royong, maka harapan masyarakat dapat diwujudkan menjadi tindakan nyata.
Dari Aceh Selatan, sebuah pesan kemanusiaan kembali dikirimkan kepada Indonesia: bahwa membantu sesama tidak harus menunggu menjadi besar. Cukup dimulai dengan hati yang peduli, langkah yang tulus, dan kemauan untuk bergerak bersama demi menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.












