Aceh Barat Tuan Rumah Rakor Bangga Kencana, Perkuat Kampung KB dan Percepat Penurunan Stunting

Meulaboh, Independen News – Kabupaten Aceh Barat kembali dipercaya menjadi tuan rumah agenda strategis tingkat provinsi. Kali ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh menggelar Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program Bangga Kencana selama dua hari, Selasa hingga Rabu, 5–6 Mei 2026, di Zaya Guesthouse Meulaboh.

Mengusung tema “Percepatan Peningkatan Klasifikasi Kampung KB dan Quick Win Program Bangga Kencana”, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan keluarga berkualitas, sejahtera, dan tangguh, sekaligus mempercepat upaya penurunan angka stunting di Aceh Barat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten (DP3AKB) Aceh Barat, Muliyani, SKM., menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan Pemerintah Aceh yang memilih Aceh Barat sebagai lokasi pelaksanaan agenda strategis tersebut.

“Alhamdulillah, pihak provinsi memilih Aceh Barat menjadi tuan rumah dalam memfasilitasi kegiatan ini. Ini menjadi kehormatan bagi kami, sekaligus motivasi untuk terus memperkuat program pembangunan keluarga yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat,” ujar Muliyani.

Menurutnya, Program Bangga Kencana tidak hanya fokus pada pembangunan keluarga berencana, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam penguatan ketahanan keluarga, peningkatan kualitas pengasuhan anak, pemenuhan gizi keluarga, hingga pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi berkaitan erat dengan pola asuh, kesiapan keluarga, edukasi reproduksi, pemenuhan gizi, dan ketahanan keluarga. Karena itu, Program Bangga Kencana menjadi salah satu instrumen penting dalam menekan angka stunting secara berkelanjutan,” jelasnya.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh, Mohd. Noer Rifatuddin, yang hadir mewakili pimpinan dinas provinsi.

Dalam forum tersebut, sejumlah narasumber turut memaparkan strategi percepatan implementasi Program Bangga Kencana di daerah, termasuk penguatan peran Kampung KB sebagai pusat edukasi keluarga, pemberdayaan perempuan, pembinaan remaja, pelayanan keluarga berencana, hingga intervensi pencegahan stunting berbasis gampong.

Peserta kegiatan berasal dari Kecamatan Johan Pahlawan dan Kecamatan Meureubo, melibatkan unsur dinas terkait, tim pembina kelompok kegiatan ketahanan keluarga, kader Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), Petugas Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD), hingga para penyuluh KB di lapangan.

Muliyani menegaskan, sinkronisasi program dari level desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi menjadi kunci keberhasilan pembangunan keluarga, termasuk dalam upaya menurunkan prevalensi stunting secara signifikan.

“Yang ingin kita bangun adalah gerakan bersama. Ketika keluarga kuat, pola asuh baik, gizi anak terpenuhi, edukasi kesehatan reproduksi berjalan, maka kita sedang menyiapkan generasi Aceh Barat yang sehat, cerdas, dan bebas stunting,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Aceh Barat diharapkan mampu menjadi salah satu daerah percontohan dalam percepatan implementasi Program Bangga Kencana di Aceh, sekaligus memperkuat Kampung KB sebagai ujung tombak pembangunan keluarga berkualitas dan garda terdepan dalam percepatan penurunan stunting di tingkat gampong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *