ACEH BARAT, Independen News – Direktur PT Pakat Beusare, Richie Lapupa, SH resmi dilantik oleh Bupati Aceh Barat dan menyatakan kesiapan untuk membawa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut menjadi motor penggerak bisnis daerah di Kabupaten Aceh Barat. Prosesi pelantikan berlangsung lancar sesuai jadwal yang telah disusun Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, di Aula Hotel Eva Sky Meulaboh.
“Alhamdulillah pelantikannya berjalan lancar sesuai dengan yang sudah dijadwalkan dan direncanakan oleh protokoler Pemda Kabupaten Aceh Barat,” ujar Richie Lapupa usai pelantikan, Senin (11/5/26).
Dalam kesempatan itu, PT Pakat Beusare juga menandatangani kerja sama dengan Dinas Perhubungan Aceh Barat terkait pengelolaan parkir dan fasilitas umum. Kerja sama tersebut ditandatangani bersama Kepala Dinas Perhubungan, Erdian Murni.
Richie menjelaskan, ke depan pengelolaan parkir di Aceh Barat akan langsung berada di bawah BUMD guna menciptakan sistem yang lebih tertata dan profesional.
“Pengelolaan parkir nantinya dikelola langsung oleh BUMD. Selanjutnya kita akan mengatur skema kerja dan pembagian tugas dengan serapi mungkin agar parkir di Aceh Barat lebih teratur,” katanya.
Sebagai langkah awal setelah dilantik, Richie menegaskan dirinya ingin menjadikan PT Pakat Beusare sebagai pusat kolaborasi bisnis daerah yang mampu menjembatani kebutuhan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Aceh Barat.
“Saya menempatkan BUMD ini sebagai market atau toko yang menyediakan berbagai kepentingan bisnis di daerah. Kita akan berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan yang ada untuk menjalankan berbagai pekerjaan dan peluang usaha,” ujarnya.
Menurutnya, meski kondisi keuangan daerah saat ini terbatas, hal itu tidak menjadi hambatan untuk mengembangkan BUMD. Ia optimistis potensi besar yang dimiliki Aceh Barat dapat menjadi daya tarik bagi investor maupun mitra kerja sama.
“Tanpa modal daerah, kita harus meningkatkan kreativitas melalui inovasi dan kerja sama dengan berbagai perusahaan. Potensi yang dimiliki Aceh Barat memiliki nilai bisnis yang besar sehingga bisa menarik sumber pendanaan dari luar, baik investor swasta, BUMD lain maupun BUMN,” jelas Richie.
Selain pengelolaan parkir, PT Pakat Beusare juga mulai menjajaki kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Barat untuk proyek pengelolaan sampah. Pilot project pertama direncanakan akan dilakukan di kawasan perumahan relokasi tsunami di Blang Padang.
“Kita akan mencoba berkolaborasi dengan DLH untuk menanggulangi persoalan sampah di kawasan relokasi tsunami sebagai pilot project awal. Jika berhasil, ke depan BUMD mungkin akan diberikan ruang lebih luas untuk pengelolaan di wilayah kota Aceh Barat,” katanya.
Richie menambahkan, seluruh program yang dirancang nantinya akan dibahas bersama berbagai pihak melalui sosialisasi dan diskusi agar menghasilkan skema terbaik yang bermanfaat bagi masyarakat dan daerah.
“Kita akan bangun komitmen bersama dan mencari jalan terbaik melalui diskusi dengan banyak pihak,” tutupnya.







