Meulaboh, Independen News – Anggota DPRK Aceh Barat, M. Priya Nyona Feby, mengingatkan masyarakat dan instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir (rob) yang diprediksi akan melanda wilayah pesisir Aceh Barat dalam beberapa hari ke depan. Peringatan dini tersebut dikeluarkan oleh BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, melalui surat resmi bernomor B/ME.02.04/047/KBTJ/XI/2025.
Dalam keterangan BPBD Aceh Barat, fenomena Fase Perigee atau posisi Bulan yang berada paling dekat dengan Bumi, bertepatan dengan bulan purnama pada 4 Desember 2025, diperkirakan menyebabkan peningkatan tinggi muka air laut.
Berdasarkan hasil analisis data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir berpotensi terjadi di wilayah Kota Meulaboh dan Kecamatan Johan Pahlawan pada 5 hingga 10 Desember 2025.
Feby meminta agar BPBD bersama pemerintah gampong memperkuat koordinasi dan segera melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat pesisir, khususnya nelayan, pedagang di kawasan pelabuhan, serta warga yang bermukim dekat garis pantai.
“Kita minta pemerintah daerah melalui BPBD untuk terus siaga dan cepat menyampaikan informasi kepada masyarakat, agar tidak terjadi kepanikan. Langkah antisipasi seperti pemetaan titik rawan dan kesiapan evakuasi harus benar-benar disiapkan,” tegasnya, Kamis (4/12/2025).
BPBD Aceh Barat juga telah mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan tinggi gelombang dan genangan air laut yang bisa terjadi secara tiba-tiba, terutama di wilayah tambak, perikanan darat, dan pelabuhan.
Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi terkait perkembangan cuaca dan kondisi maritim melalui kanal BMKG, seperti Instagram @infobmkg_aceh, Facebook infobmkg_aceh, WhatsApp +62 811-6788-595, atau situs maritim.bmkg.go.id.
“Kita berharap masyarakat tidak panik, tetapi tetap siaga. Semua pihak harus bekerja sama agar jika terjadi peningkatan kondisi di lapangan, penanganannya cepat dan terkoordinasi,” tambah Feby.
BPBD Aceh Barat menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan, berkoordinasi lintas sektor, dan menyiapkan langkah mitigasi guna meminimalkan dampak banjir pesisir yang berpotensi terjadi selama periode tersebut.














