Meulaboh, Independen News – Pemadaman listrik yang telah berlangsung lebih dari sepekan di Meulaboh, ibu kota Kabupaten Aceh Barat, mulai menimbulkan dampak serius bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Selain terganggunya kegiatan usaha, kini warga juga mengeluhkan sulitnya menarik uang tunai akibat banyaknya mesin ATM yang tidak berfungsi karena ketiadaan aliran listrik.
“Kami benar-benar panik jika kondisi listrik padam ini terus terjadi. Sekarang sangat susah tarik uang tunai,” keluh Ovis, salah seorang warga Meulaboh, Sabtu (6/12/2025).
Ia menjelaskan, sebagian besar mesin ATM di kawasan Meulaboh tidak beroperasi secara maksimal karena kekurangan daya listrik. Bahkan, beberapa ATM yang masih aktif pun kerap mengalami gangguan jaringan internet, sehingga transaksi gagal dilakukan.
Hal senada diungkapkan Sabrina, seorang ibu rumah tangga di Meulaboh. Ia mengaku kesulitan berbelanja kebutuhan sehari-hari karena tidak memiliki uang tunai, sementara sebagian besar pedagang hanya menerima pembayaran tunai.
“Susah sekarang ini belanja. Pedagang tidak mau terima pembayaran non tunai, mereka maunya uang cash,” ujarnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRK Aceh Barat, M. Priya Nyona Feby, menyampaikan keprihatinan mendalam dan mendesak pihak terkait, terutama PLN dan pemerintah daerah, untuk segera mencari solusi cepat.
“Pemadaman listrik yang terlalu lama bukan hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga melumpuhkan roda perekonomian masyarakat. DPRK meminta PLN dan Pemkab Aceh Barat segera berkoordinasi dan menjelaskan secara terbuka penyebab serta langkah penanganannya,” tegas Feby.
Ia juga meminta agar lembaga perbankan mengambil langkah antisipatif, seperti menyediakan layanan kas keliling atau pos penarikan darurat, agar kebutuhan uang tunai masyarakat tetap terpenuhi di tengah krisis listrik yang terjadi.
“Situasi ini darurat. Jangan biarkan masyarakat terus kesulitan hanya karena listrik dan jaringan perbankan lumpuh,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, sebagian besar wilayah Meulaboh masih mengalami pemadaman listrik bergilir. Masyarakat berharap pasokan listrik segera normal agar aktivitas ekonomi kembali berjalan seperti biasa.














