Teuku Adian Makmur Rizqullah Resmi Pimpin KONI Aceh Barat 2026-2030, Siap Bangun Budaya Olahraga dan Cetak Prestasi

Meulaboh, Indepependen News – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Aceh Barat masa bakti 2026-2030 resmi dilantik dan dikukuhkan dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Auditorium Universitas Teuku Umar (UTU), Kamis (20/8/2026).

Pelantikan yang mengusung tema “Bersatu Membangun Prestasi, Mengharumkan Aceh Barat” tersebut dihadiri oleh ketua umum KONI Aceh, Saiful Bahri, Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP., MM., unsur Forkopimda, akademisi, pengurus cabang olahraga, atlet, pelatih, serta berbagai elemen masyarakat olahraga di daerah itu.

Ketua KONI Aceh Barat yang baru dilantik, H. Teuku Adian Makmur Rizqullah, S.P., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur, kebanggaan, dan tanggung jawab besar atas amanah yang diberikan untuk memimpin organisasi olahraga terbesar di Aceh Barat.

“Hari ini saya berdiri di hadapan bapak dan ibu dengan tiga perasaan sekaligus, yakni syukur, kebanggaan, dan tanggung jawab. Syukur karena mendapatkan kepercayaan, bangga karena dipercaya memimpin organisasi yang menaungi begitu banyak cabang olahraga dan insan olahraga Aceh Barat, namun yang paling besar adalah rasa tanggung jawab,” ujarnya.

Menurut Teuku Adian, keberhasilan KONI tidak dapat dicapai oleh satu orang saja, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh pengurus, cabang olahraga, pelatih, atlet, pemerintah daerah, hingga masyarakat.

Ia menegaskan tidak datang dengan anggapan sebagai sosok yang paling tahu segalanya, melainkan siap mendengar, belajar, dan merangkul seluruh pihak demi kemajuan olahraga Aceh Barat.

“Yang baik akan kita lanjutkan, yang belum sempurna akan kita benahi, dan yang masih kurang akan kita bangun bersama. KONI terlalu besar untuk dijalankan oleh satu orang, dan olahraga Aceh Barat terlalu penting jika energi kita habiskan untuk memperdebatkan siapa yang paling berjasa,” katanya.

Dalam pidatonya, Teuku Adian juga mengajak seluruh pihak untuk mengubah cara pandang terhadap olahraga. Menurutnya, olahraga tidak boleh hanya menjadi perhatian ketika ada pertandingan atau saat atlet meraih medali, tetapi harus menjadi bagian dari budaya hidup masyarakat.

Ia mengungkapkan, Aceh Barat saat ini memiliki sekitar 35 cabang olahraga yang menyimpan potensi besar bagi generasi muda untuk mengembangkan bakatnya.

“Tidak semua anak harus menjadi pemain sepak bola atau bulu tangkis. Ada yang berbakat di atletik, panahan, pencak silat, panjat tebing, menembak, otomotif dan cabang olahraga lainnya. Persoalannya, jika mereka tidak pernah diperkenalkan, bagaimana mereka bisa mengetahui bakatnya,” ujarnya.

Untuk itu, KONI Aceh Barat berencana meluncurkan sejumlah program inovatif seperti Sport Expo Aceh Barat, KONI Goes to School, dan KONI Goes to Campus guna memperkenalkan berbagai cabang olahraga kepada pelajar dan mahasiswa serta membuka ruang pengembangan bakat sejak dini.

Selain fokus pada pembinaan atlet, Teuku Adian juga menargetkan peningkatan prestasi Aceh Barat pada ajang olahraga tingkat provinsi, termasuk menghadapi Pekan Olahraga Aceh (PORA) mendatang.

Ia menekankan bahwa prestasi tidak lahir secara instan, melainkan melalui pembinaan yang terukur, mulai dari pendataan atlet, peningkatan kualitas pelatih, program latihan yang jelas, hingga penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.

“Kita ingin setiap keputusan di KONI dibuat berdasarkan data dan kebutuhan nyata, bukan karena kedekatan. Organisasi olahraga modern harus bekerja berdasarkan informasi dan perencanaan yang jelas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Teuku Adian juga memiliki visi menjadikan olahraga sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah melalui pengembangan sport tourism dan sport economy.

Menurutnya, penyelenggaraan event olahraga berskala besar di Aceh Barat dapat memberikan dampak positif terhadap sektor perhotelan, UMKM, transportasi, hingga media lokal.

“Kami membuka ruang kemitraan yang lebih luas dengan dunia usaha, BUMN, BUMD, perbankan, dan berbagai pihak lainnya untuk bersama-sama membangun olahraga Aceh Barat. Dukungan yang diberikan harus memiliki arah, program, dan hasil yang jelas,” katanya.

Ia juga mengajak Universitas Teuku Umar dan kalangan akademisi untuk berkolaborasi dalam pengembangan olahraga berbasis ilmu pengetahuan melalui sport science, gizi atlet, psikologi olahraga, teknologi informasi, hingga penelitian dan database atlet.

Menutup sambutannya, Teuku Adian menegaskan bahwa kepengurusan KONI Aceh Barat periode 2026-2030 bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi awal perubahan budaya olahraga di daerah tersebut.

“Saya tidak berani mengatakan semua persoalan olahraga Aceh Barat akan selesai dalam empat tahun. Namun saya berani mengatakan bahwa kami akan bekerja, mendengar, belajar, berlaku adil, dan membuka ruang bagi seluruh cabang olahraga. Mari jadikan empat tahun ke depan sebagai periode perubahan, di mana masyarakat semakin sehat, anak muda semakin aktif, organisasi semakin kuat, dan atlet Aceh Barat semakin berprestasi,” pungkasnya.

Dengan semangat kebersamaan yang diusung dalam tema Bersatu Membangun Prestasi, Mengharumkan Aceh Barat’, kepengurusan KONI Aceh Barat yang baru diharapkan mampu membawa olahraga daerah menuju prestasi yang lebih gemilang di tingkat provinsi maupun nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *