Menindaklanjuti program tersebut, para tenaga kependidikan (Tendik) di Kabupaten Nagan Raya bergerak cepat melaksanakan aksi bersih-bersih di sekolah-sekolah terdampak banjir besar yang terjadi pada akhir November lalu. Kegiatan ini dipusatkan di Kecamatan Darul Makmur dan Tripa Makmur pada tanggal 29–30 Desember 2025.
Salah satu guru SMK Negeri 1 Nagan Raya, Ir. Agus Suryansyah, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan gotong royong ini merupakan wujud kepedulian bersama terhadap dunia pendidikan yang sempat lumpuh akibat bencana.
“Kami turun langsung untuk membersihkan ruang kelas, halaman, dan fasilitas belajar yang terendam lumpur. Ini bentuk tanggung jawab moral kami agar proses belajar mengajar bisa segera kembali normal,” ujar Agus.
Agus juga menambahkan, kehadiran program SEUMEUGLEH menjadi dorongan semangat baru bagi para guru, tendik, dan masyarakat sekolah untuk bangkit bersama pascabencana.
“Program ini sangat positif karena bukan hanya soal kebersihan fisik sekolah, tapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong di lingkungan pendidikan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Nagan Raya, Arizal, S.Pd., M.AP, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik dan kependidikan yang terlibat aktif dalam kegiatan SEUMEUGLEH di lapangan.
“Gerakan ini menunjukkan semangat kebersamaan yang luar biasa. Kami sangat mengapresiasi dedikasi para guru dan tendik yang dengan sukarela turun membantu membersihkan sekolah. Ini bukan hanya tentang fisik sekolah, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak kita,” ujar Arizal.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini akan terus digalakkan sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan Dinas Pendidikan Aceh dalam mempercepat pemulihan pendidikan pascabencana.