RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh Resmikan Sejumlah Layanan Baru, Didukung Dana Rp9,7 Miliar dari PT Mifa Bersaudara

MEULABOH, Independen News – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Aceh Barat dan sekitarnya. Sejumlah fasilitas dan layanan baru resmi diperkenalkan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, dr. Akbar Siregar, Sp.PD, mengatakan kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan kunjungan Bupati Aceh Barat ke rumah sakit sekaligus peresmian sejumlah fasilitas pelayanan.

“Alhamdulillah, hari ini merupakan rangkaian kegiatan HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Di rumah sakit, kegiatannya berupa kunjungan Bapak Bupati sekaligus peresmian beberapa layanan,” ujar dr. Akbar.

Ia menjelaskan, fasilitas yang diresmikan antara lain ruang jantung terpadu, ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), serta dua unit ambulans.

Selain itu, pihak rumah sakit juga memberikan santunan dan bingkisan kepada bayi yang baru lahir. Tercatat ada tujuh bayi yang menerima bingkisan, termasuk bayi kembar.

Menurut dr. Akbar, peningkatan fasilitas tersebut mendapat dukungan dari PT Mifa Bersaudara melalui dana sekitar Rp9,7 miliar.

“Dana tersebut kita manfaatkan untuk perbaikan ruang jantung, IGD, pengadaan alat-alat kesehatan, serta dua unit ambulans,” jelasnya.

Dukungan tersebut dinilai sangat membantu RSUD Cut Nyak Dhien dalam meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan, terutama di tengah kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Dr. Akbar juga berharap perusahaan-perusahaan lainnya yang beroperasi di Aceh Barat dapat ikut berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR untuk mendukung pengembangan rumah sakit.

“Harapan kita, mudah-mudahan perusahaan-perusahaan bisa membantu melalui CSR kepada rumah sakit. Karena rumah sakit kita masih membutuhkan dukungan dana untuk pengembangan agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi,” katanya.

Ia menambahkan, ke depan pihaknya telah mempersiapkan sejumlah program pengembangan layanan, termasuk rencana penambahan fasilitas kamar operasi hingga tiga kamar serta pengembangan layanan kesehatan lainnya.

“Insyaallah, ke depan kita akan memprogramkan penambahan kamar operasi, mungkin tiga kamar, kemudian penambahan layanan lainnya. Itu semua untuk membantu masyarakat Aceh Barat dan sekitarnya,” ungkapnya.

Penataan Tenaga Kesehatan

Terkait ketersediaan tenaga medis dan paramedis, dr. Akbar mengakui masih terdapat perbedaan komposisi antara tenaga perawat dan bidan.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari kebijakan penerimaan tenaga kesehatan pada beberapa tahun sebelumnya yang lebih banyak menerima tenaga bidan, sementara jumlah perawat relatif tetap.

“Kalau dibandingkan jumlah medis dan paramedis memang agak berbeda. Beberapa tahun yang lalu bidan banyak diterima di rumah sakit, sementara perawat masih tetap,” jelasnya.

Ia menyebutkan, berdasarkan evaluasi kebutuhan tenaga, terdapat kondisi kelebihan tenaga bidan pada unit tertentu. Namun, pihak manajemen rumah sakit akan melakukan penataan dan pemberdayaan kembali agar tenaga kesehatan dapat ditempatkan sesuai kebutuhan pelayanan.

“Kalau dihitung ternyata bidan itu seperti yang disampaikan Pak Bupati, ada yang kelebihan. Tetapi nanti akan kita berdayakan lagi di tempat-tempat yang semestinya,” pungkasnya.

Dengan dukungan fasilitas, peralatan kesehatan, ambulans, serta penataan sumber daya manusia, RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh diharapkan semakin mampu memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat Aceh Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *