Meulaboh, Independen News – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Baitul Mal Kabupaten (BMK) menyerahkan bantuan senif fakir miskin tahun 2026 secara simbolis di Kantor Camat Meureubo, Senin (4/4/2026).
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM, didampingi Plt Sekda Dr. Kurdi dan Asisten Administrasi umum, Safrizap, SP, MSc dan Ketua BMK Drs. Sofyan Yusuf, MA mengatakan Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp6.409.950.000, yang diperuntukkan bagi 8.969 penerima di seluruh Kabupaten Aceh Barat. Bantuan tersebut bersumber dari pengelolaan dana Baitul Mal, termasuk kontribusi dari gampong.
Bupati Tarmizi menegaskan bahwa peningkatan pendapatan Baitul Mal menjadi kunci dalam memperluas manfaat bagi masyarakat. Ia menyebutkan bahwa potensi zakat, infak, dan wakaf di Aceh Barat masih sangat besar, namun belum tergarap secara maksimal.
“Setiap tahun kita targetkan pendapatan Baitul Mal terus meningkat dari infak, zakat, dan wakaf masyarakat. Saat ini kontribusinya masih kecil, terutama dari mereka yang memiliki penghasilan besar,” ujar Tarmizi.
Ia menjelaskan, jika pendapatan tersebut meningkat, maka pemerintah dapat memperluas program bantuan, seperti pembangunan rumah dhuafa, pemberian beasiswa, hingga bantuan modal usaha bagi masyarakat kurang mampu.
Lebih lanjut, Tarmizi menekankan bahwa bantuan ini tidak bersifat permanen bagi semua penerima. Pemerintah berharap jumlah masyarakat miskin dapat terus ditekan setiap tahunnya.
“Kita ingin penerima bantuan berkurang dari waktu ke waktu, kecuali bagi lansia. Untuk yang masih produktif, kita dorong agar bisa mandiri,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Tarmizi juga mengimbau kepada perusahaan dan masyarakat yang berdomisili serta mencari penghasilan di Aceh Barat agar menunaikan zakat dan infaknya di daerah setempat.
“Jangan mencari rezeki di Aceh Barat, tetapi zakatnya dibawa ke daerah lain. Kita berharap kepedulian bersama untuk membangun daerah melalui Baitul Mal,” tegasnya.
Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi langkah nyata dalam upaya pengentasan kemiskinan di Aceh Barat.









