Tapaktuan, Independen News – Pimpinan Dayah Raudhaturrahmah Gampong Pasie Kuala Ba’u, Kecamatan Kluet Utara, Tgk. Thamren Jr yang akrab disapa Abi Cut, mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh Selatan untuk menempatkan informasi, kritik, dan perbedaan pandangan dalam bingkai kebijaksanaan dan ukhuwah.
Menurut Abi Cut, dinamika pembangunan daerah adalah sesuatu yang wajar terjadi, terlebih di tengah harapan besar masyarakat terhadap perubahan. Namun, ia mengingatkan agar semangat menyampaikan pendapat tetap dilandasi niat yang baik, tutur kata yang lembut, serta tujuan yang membangun.
“Dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di Aceh yang kuat dengan nilai keislaman, kita diajarkan untuk menjaga lisan dan tulisan. Apa yang kita sampaikan seharusnya menenangkan, bukan mengeruhkan suasana,” ujar Abi Cut, Sabtu (10/1/2026).
Abi Cut menilai bahwa perbedaan cara pandang terhadap kebijakan atau arah pembangunan tidak boleh berujung pada saling mencurigai apalagi memecah kepercayaan publik. Ia mengajak masyarakat untuk melihat persoalan secara utuh, tidak terburu-buru menilai hanya dari satu sisi.
“Islam mengajarkan keseimbangan. Ketika ada hal yang kita anggap kurang, sampaikan dengan cara yang baik. Ketika ada kebaikan, jangan ragu untuk mengakuinya. Dengan begitu, keadilan dalam menilai akan tetap terjaga,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya adab dalam menyampaikan kritik. Menurutnya, kritik yang disampaikan dengan bahasa yang santun dan solusi yang jelas akan lebih mudah diterima serta membawa manfaat bagi semua pihak.
“Nasihat yang baik itu ibarat air sejuk. Ia menghidupkan, bukan melukai. Jika kritik kita diniatkan untuk perbaikan, maka cara penyampaiannya pun harus mencerminkan niat tersebut,” kata Abi Cut.
Terkait kepemimpinan daerah, Abi Cut mengingatkan bahwa pemimpin yang terpilih melalui proses yang sah merupakan amanah bersama. Oleh karena itu, masyarakat memiliki peran penting untuk mendukung setiap ikhtiar kebaikan, sembari tetap mengingatkan jika ada hal yang perlu diperbaiki.
“Kita tidak diminta untuk membenarkan semua hal, tapi kita diajarkan untuk membersamai proses dengan doa, kesabaran, dan kontribusi positif. Pemerintah dan masyarakat sejatinya adalah satu kesatuan,” tuturnya.
Abi Cut juga menilai visi Aceh Selatan yang Maju, Produktif, dan Madani sebagai cita-cita yang membutuhkan kebersamaan semua pihak. Menurutnya, kemajuan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kedewasaan sikap dan kedamaian sosial.
“Madani itu bukan sekadar slogan. Ia tercermin dari cara kita menyikapi perbedaan, menjaga persaudaraan, dan mengutamakan maslahat bersama di atas kepentingan pribadi atau kelompok,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Abi Cut mengimbau masyarakat agar lebih arif dalam menerima informasi, tidak mudah terpancing oleh narasi yang memanaskan suasana, serta selalu mengedepankan klarifikasi dan dialog.
“Kalau hati kita sejuk, insyaAllah negeri ini pun akan sejuk. Mari kita rawat Aceh Selatan dengan niat yang baik, ucapan yang baik, dan persatuan yang kuat,” tutupnya.











