Meulaboh, INDEPENDEN NEWS – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat pada hari ini, Senin (29/9/2025), menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Pendapat Badan Anggaran terhadap Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Kabupaten Aceh Barat Tahun Anggaran 2025.
Rapat yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh pimpinan dewan dan dihadiri oleh seluruh anggota DPRK, Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten (TAPK), serta unsur Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK).
Dalam penyampaian pendapat badan anggaran yang dibacakan oleh Muhammad Priya Nyona Feby, disebutkan bahwa pembahasan perubahan KUA-PPAS 2025 telah melalui tahapan bersama TAPK dan menghasilkan sejumlah rekomendasi penting.
Salah satunya menekankan pentingnya implementasi rencana kerja daerah yang sesuai tema pembangunan tahun 2025, yakni “Memacu Pertumbuhan Ekonomi melalui Stabilisasi Produktivitas dan Pengembangan Hilirisasi Produk serta Meningkatkan Daya Saing Daerah.”
Badan Anggaran DPRK Aceh Barat juga menyoroti beberapa poin krusial, antara lain:
1. Optimalisasi belanja daerah agar lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.
2. Peningkatan pelayanan dasar dan pemberdayaan masyarakat.
3. Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak, retribusi, hingga pemanfaatan aset daerah.
4. Peningkatan kinerja OPD penghasil dalam mencapai target pendapatan yang telah ditetapkan.
Dari sisi keuangan daerah, laporan menyebutkan bahwa pendapatan daerah semula ditetapkan sebesar Rp1,41 triliun, sementara belanja daerah mencapai Rp1,55 triliun. Untuk menyeimbangkan, penerimaan pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp140,1 miliar.
Menutup penyampaian, Badan Anggaran DPRK Aceh Barat memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam penyusunan rancangan perubahan KUA-PPAS, serta berharap hasil pembahasan ini dapat menjadi acuan strategis dalam pembangunan daerah ke depan.
Rapat Paripurna ditutup dengan doa bersama, disertai tekad bersama antara DPRK, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mewujudkan pembangunan Aceh Barat yang lebih baik di tahun anggaran 2025.
(Pewarta: Riosa)














