MEULABOH , Independen News – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) berencana merehabilitasi jembatan gantung yang menghubungkan Gampong Kajeung dan Gampong Tungkop, Kecamatan Sungai Mas. Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat infrastruktur desa sekaligus memastikan akses transportasi masyarakat berjalan aman dan lancar.
Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, dr. Ir. Kurdi, ST, MT, MH, IPM, Asean Eng, menyampaikan bahwa pihaknya telah meninjau langsung kondisi jembatan gantung tersebut. Menurutnya, beberapa bagian struktur jembatan mengalami kerusakan akibat faktor usia dan kondisi cuaca ekstrem.
“Jembatan ini merupakan jalur vital bagi masyarakat di dua gampong. Kita akan segera melakukan perencanaan teknis untuk rehabilitasi agar fungsi dan keamanannya kembali optimal,” ujar dr. Ir. Kurdi, Jumat (5/1/2026).
Ia menambahkan, rehabilitasi jembatan gantung Kajeung–Tungkop menjadi bagian dari program peningkatan infrastruktur desa terpencil yang dicanangkan Pemkab Aceh Barat tahun 2026. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan proyek tersebut berjalan sesuai standar keselamatan konstruksi.
“Selain memperbaiki struktur utama jembatan, kami juga akan memperkuat pondasi dan mengganti kabel penyangga agar tahan terhadap beban dan cuaca ekstrem. Targetnya, setelah rampung, warga bisa kembali beraktivitas dengan nyaman,” tambahnya.
Masyarakat sekitar menyambut baik rencana tersebut. Selama ini, jembatan gantung Kajeung–Tungkop menjadi satu-satunya akses utama menuju pusat kecamatan dan sekolah. Ketika kondisi jembatan memburuk, warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko.
Dengan adanya rencana rehabilitasi ini, diharapkan mobilitas warga, terutama petani dan pelajar, dapat meningkat serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Sungai Mas.
Langkah Dinas PUPR Aceh Barat tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur publik di wilayah pedalaman.














