Perang Melawan Halinar, Lapas Meulaboh Libatkan TNI-Polri dalam Razia Serentak

Meulaboh, Independen News – Menindaklanjuti Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan poin keenam serta arahan tegas Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan pada Rapat Analisis dan Evaluasi tanggal 5 Mei lalu, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Meulaboh melaksanakan aksi nyata pemberantasan peredaran gelap narkoba dan penipuan di dalam Lapas.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (8/5) pukul 09.00 WIB ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Rangkaian kegiatan dimulai dengan Apel dan Ikrar Bersama “Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, & Penipuan (HALINAR)”, yang kemudian dilanjutkan dengan razia blok hunian serta tes urine menyeluruh bagi petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kegiatan ini menunjukkan sinergitas yang kuat antar instansi dengan kehadiran aparat penegak hukum dan unsur pemerintahan terkait, antara lain Brimob Batalyon C Pelopor Nagan Raya, Koramil 04/Meureubo, Camat Kecamatan Meureubo, Kapolsek Meureubo, Kepala Desa (Geuchik) Paya Peunaga, serta unsur Forkopimda Aceh Barat lainnya.

Kepala Lapas Meulaboh, Tendi Kustendi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah preventif dan represif untuk memutus mata rantai gangguan keamanan.

Adapun Maksud dan Tujuan dari kegiatan ini merupakan implementasi dari Perintah Pusat guna Menjalankan amanah Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memberantas peredaran narkoba dan modus penipuan yang terindikasi dikendalikan dari dalam Lapas/Rutan. Deteksi Dini guna Mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib) melalui penggeledahan fisik dan pemeriksaan barang terlarang serta Integritas Pegawai yang Memastikan seluruh petugas Lapas Meulaboh bebas dari penyalahgunaan narkoba melalui tes urine transparan.

“Kami berharap melalui Ikrar Bersama dan razia gabungan ini, Lapas Meulaboh benar-benar bersih dari kejadian-kejadian terkait peredaran gelap narkoba dan praktik penipuan yang terindikasi dikendalikan dari dalam Lapas. Sinergi dengan TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah adalah kunci utama. Kami ingin menciptakan lingkungan pembinaan yang kondusif, sehingga tidak ada lagi celah bagi oknum manapun untuk mengendalikan tindak pidana dari balik jeruji,” ujar Tendi Kustendi.

Setelah pelaksanaan Apel dan Ikrar bersama, tim gabungan langsung bergerak menuju blok hunian WBP. Pemeriksaan dilakukan secara teliti namun tetap mengedepankan sisi humanis. Di saat yang bersamaan, tim medis Lapas Meulaboh melakukan tes urine kepada petugas dan perwakilan warga binaan secara acak dan menyeluruh.

Dari hasil penggeledahan, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang yang dilarang berada di dalam blok hunian, seperti benda tajam rakitan, serta kabel-kabel listrik illegal. Seluruh barang bukti hasil razia kemudian diinventarisir untuk dilakukan pemusnahan secara berkala. Bagi warga binaan yang kedapatan menyimpan barang terlarang, akan diberikan sanksi tegas sesuai dengan Peraturan yang berlaku.

Kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif sebagai bukti nyata Lapas Meulaboh dalam mewujudkan Lembaga Pemasyarakatan yang Metuah (Mengayomi-Transparan-Unggul-Aman dan Humanis).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *