Meulaboh, Independen News – Ketua Posyandu Kabupaten Aceh Barat, yang juga sebagai Ketua TP PKK Aceh, Barat Afrinda Novalia, S.E., M.M., bersama kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Muliyani, SKM, menyalurkan bantuan spesifik bagi perempuan dan anak yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis (29/10/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Afrinda Novalia dan Muliyani kepada para siswa dan siswi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Alue Lhok, Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat.
Afrinda mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap perempuan dan anak yang terdampak bencana, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan dasar serta pemulihan kondisi psikososial mereka.
Bantuan yang disalurkan berupa pakaian sekolah, sepatu, dan tas. Tercatat ada lima sekolah yang menerima bantuan tersebut, yakni TK Jambak, SDS Sikundo, SDN Keutambang, SDN Alue Lhok, dan SMPN 3 Pante Ceureumen.
Afrinda berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat, khususnya perempuan dan anak yang terdampak bencana hidrometeorologi. Selain membantu memenuhi kebutuhan sekolah, bantuan itu diharapkan turut mendukung pemulihan kondisi psikologis dan sosial anak-anak agar dapat kembali menjalani aktivitas belajar dengan baik.
Ia juga berharap seluruh bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga memberikan manfaat nyata bagi anak-anak dan keluarga yang terdampak bencana.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Aceh Barat, Muliyani, SKM, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap perempuan dan anak yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Menurutnya, perempuan dan anak termasuk kelompok yang membutuhkan perhatian khusus dalam situasi bencana. Oleh karena itu, selain bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar, dukungan psikososial juga penting diberikan guna membantu memulihkan kondisi mental dan emosional mereka pascabencana.
“Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan anak-anak, khususnya perlengkapan sekolah, sehingga mereka tetap memiliki semangat untuk belajar meskipun sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana. Kami juga berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam memberikan perlindungan dan pendampingan kepada perempuan dan anak terdampak bencana,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, perangkat terkait, dan masyarakat sangat diperlukan agar penanganan dampak bencana dapat berjalan optimal serta kebutuhan kelompok rentan dapat terpenuhi dengan baik.












