MEULABOH, Independen News – Forum Masyarakat Aceh Barat (FORMAT) memperingati Milad ke-6 tahun dengan menggelar acara buka puasa bersama dan santunan anak yatim pada hari Senin (09/03/2026) di Kafe Adam’s, Gampong Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan. Digelar pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan yang penuh berkah, acara ini dihadiri oleh pengurus organisasi, perwakilan dari PT Kurma Karya Global, PT Indomarco, relawan, serta puluhan anak-anak yatim.
Dalam sambutannya, Ketua Umum FORMAT, Fajar Hendra Irawan, S.AB, menyampaikan bahwa perjalanan organisasi selama enam tahun telah melalui berbagai tahapan. “Enam tahun bukan waktu singkat. Kita pernah menghadapi tantangan, merayakan pencapaian, dan selalu berangkat dari niat yang sama: bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa acara buka puasa bersama ini memiliki makna mendalam sebagai simbol kesetaraan. “Tanpa memandang latar belakang atau kedudukan, semua orang duduk bersama satu meja, menunggu waktu maghrib dengan doa yang sama. Ini adalah bentuk nyata bahwa kita semua saudara,” tambahnya.
Selain acara buka puasa, kegiatan juga diisi dengan tausiah dan doa bersama yang dipimpin oleh Tgk M. Saleh. Materi tausiah yang disampaikan menguatkan makna kebersamaan dan pentingnya berbagi di bulan Ramadhan, serta mengingatkan akan tanggung jawab bersama untuk membantu sesama yang membutuhkan.
Kesuksesan acara tidak terlepas dari kerja keras panitia yang bekerja siang dan malam untuk menyusun segala detail, mulai dari pengaturan tempat hingga pembagian santunan. Dukungan juga datang dari berbagai pihak, termasuk Kafe Adam’s yang menjadi tuan rumah, serta perusahaan mitra yang turut berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini.
FORMAT memiliki komitmen yang kuat untuk terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Aceh Barat. Beberapa agenda utama yang akan dijalankan antara lain memperluas cakupan program sosial, memperkuat jejaring kerja sama dengan berbagai pihak, serta memastikan bahwa setiap langkah organisasi selalu berpihak pada kelompok rentan dan lemah.
“Kita yakin bahwa dengan semangat gotong royong seperti pepatah yang kita kenal, ‘Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing’, kita bisa memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Aceh Barat,” tutup Fajar.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Tgk M. Saleh, serta sesi permohonan maaf lahir dan batin antar hadirin, sebagai wujud penghormatan dan keinginan untuk mempererat tali persaudaraan.













