Meulaboh, Independen News – Gampong Kampung Belakang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, menggelar rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi di dua lokasi berbeda, yakni Meunasah Istiqomah dan Masjid Umahat Kubu, Selasa (25/8/2026).
Sebelum pelaksanaan zikir dan rangkaian kegiatan Maulid Nabi, panitia bersama Keuchik Gampong Kampung Belakang terlebih dahulu memberikan santunan kepada 31 anak yatim.
Keuchik Gampong Kampung Belakang, Said Aidinirham, yang akrab disapa Abu Chek, mengatakan masing-masing anak yatim menerima santunan uang sebesar rata-rata Rp200 ribu, ditambah paket makanan.
“Alhamdulillah untuk anak yatim kita sudah dapat menyalurkan untuk 31 anak yatim, uang rata-rata Rp200 ribu. Kemudian ada paket makanan yang berjumlah empat paket, itu merupakan sumbangan dari warga Kampung Belakang yang setiap tahun memberikan sumbangan untuk anak yatim,” ujar Abu Chek.
Menurutnya, pelaksanaan Maulid Nabi tahun ini melibatkan masyarakat dari tujuh kampung yang diundang untuk mengikuti rangkaian zikir. Lima kampung ditempatkan di Masjid Umahat Kubu, sedangkan dua kampung lainnya mengikuti kegiatan di Meunasah Istiqomah di Lorong Zamrud.
Abu Chek menjelaskan, pelaksanaan Maulid di dua lokasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah gampong bersama masyarakat untuk menyatukan kegiatan Maulid yang sebelumnya dilaksanakan secara terpisah.
“Sudah dua tahun ini kita berupaya supaya Maulid di Kampung Belakang hanya satu kali. Sehingga semuanya kita bagi dua, supaya adil dan tidak ada rasa cemburu sosial antara warga dengan warga,” jelasnya.
Ia menilai pembagian lokasi kegiatan menjadi dua tempat merupakan solusi agar seluruh masyarakat tetap dapat terlibat dan merasakan kebersamaan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Lebih jauh, Abu Chek berharap peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi mampu menjadi momentum bagi masyarakat untuk melakukan perubahan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan saya dengan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dapat menjadi momentum kita merubah diri, sehingga kita menjadi manusia-manusia yang meneladani Rasulullah,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan ibadah dan memperbanyak selawat kepada Rasulullah SAW.
“Sehingga kita mampu menjadikan diri sendiri selalu beribadah dan selalu berselawat kepada Rasulullah,” pungkasnya.
Rangkaian Maulid Nabi di Gampong Kampung Belakang tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Selain menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, kegiatan tersebut juga memperkuat kepedulian sosial masyarakat melalui santunan kepada anak yatim serta mempererat silaturahmi antarwarga dan antargampong.









