Banda Aceh, Independen News – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banda Aceh terus memperkuat pembinaan kepribadian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan kepramukaan. Program ini menjadi salah satu upaya membentuk karakter yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta menanamkan nilai-nilai moral sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (24/10/2026) tersebut berlangsung di lapangan dan gazebo Lapas Kelas IIA Banda Aceh, bekerja sama dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Aceh Besar.
Pembinaan ini tidak hanya berfokus pada pelatihan fisik, tetapi juga menitikberatkan pada pembentukan mental, penguatan integritas, dan penanaman nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Para warga binaan mendapatkan latihan dasar, mulai dari sikap sempurna, istirahat di tempat, hadap kanan dan kiri, berjalan di tempat, hingga berjalan maju secara serentak.
Melalui latihan tersebut, warga binaan dibimbing untuk meningkatkan kedisiplinan, konsentrasi, kepatuhan terhadap instruksi, serta membangun kekompakan dalam kelompok. Latihan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan sikap tertib, kesungguhan, dan tanggung jawab dalam menjalankan setiap tugas.
Setelah pelatihan PBB, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi Dasa Dharma Pramuka yang menitikberatkan pada penguatan moral dan pembentukan karakter.
Sepuluh nilai dasar kepramukaan tersebut mencakup ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kepedulian terhadap sesama, sikap patriotik, kepatuhan, semangat tolong-menolong, ketekunan, hidup hemat dan bersahaja, kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, serta menjaga kesucian pikiran, perkataan, dan perbuatan.
Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak sekadar dipahami sebagai materi pembelajaran, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke lingkungan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, warga binaan didorong untuk melakukan introspeksi diri, mengembangkan potensi, serta membangun pola pikir dan perilaku yang lebih positif. Penanaman nilai kejujuran, kemandirian, kepedulian sosial, dan tanggung jawab menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mereka menjalani kehidupan yang lebih baik.
Sinergi antara Lapas Kelas IIA Banda Aceh dan Kwarcab Aceh Besar juga menjadi wujud dukungan terhadap pelaksanaan program pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar. Melalui pembinaan kepramukaan ini, Lapas Kelas IIA Banda Aceh terus berupaya menciptakan proses pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga pada perubahan sikap dan pengembangan kualitas diri warga binaan.
Dengan bekal kedisiplinan, integritas, dan karakter yang lebih kuat, warga binaan diharapkan mampu mempersiapkan diri untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat, menjalani kehidupan secara produktif, serta berkontribusi positif di lingkungan masing-masing.













