Meulaboh, Independen News – Isu terkait pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Gampa, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, yang disebut mangkrak dan terhenti, akhirnya mendapat klarifikasi langsung dari pihak desa dan pengawas proyek di lapangan. Pembangunan dipastikan bukan mangkrak, melainkan hanya mengalami penyesuaian teknis sementara akibat kendala cuaca.
Keuchik Gampa, Zainal Abidin, juga menyampaikan klarifikasi terkait pernyataannya yang sebelumnya dimuat dalam pemberitaan media.
Ia mengaku tidak mengetahui bahwa percakapan atau penjelasan yang disampaikannya saat itu akan dipublikasikan sebagai berita online dimana brita yang dimuat tidak sesuai dengan pernyataan yang saya berikan.

Menurutnya, komunikasi yang terjadi kala itu dipahaminya hanya sebatas obrolan biasa terkait kondisi pembangunan di lapangan, bukan wawancara resmi untuk konsumsi publik.
“Saya sangat menyayangkan karena saya tidak mengetahui kalau pernyataan yang saya sampaikan saat itu akan dimuat menjadi berita online. Seandainya sejak awal disampaikan bahwa itu untuk pemberitaan, tentu saya akan menjelaskan kondisi yang sebenarnya secara utuh agar tidak menimbulkan salah persepsi di tengah masyarakat,” ujar Zainal Abidin, Minggu (3/5/2026).

Ia menegaskan, progres pembangunan KDMP saat ini tetap berjalan dan tidak pernah dihentikan secara permanen. Menurutnya, sempat terjadinya jeda aktivitas di lokasi bukan karena proyek terbengkalai, melainkan karena faktor banjir sungai yang menyebabkan material timbunan tidak dapat diangkut ke lokasi pembangunan.
“sampai saat ini kita bisa melihat sama-sama langsung ke lokasi KDMP.Dimana proses pekerjaan tetap berjalan di workshop, termasuk pengerjaan kerangka baja untuk kelanjutan konstruksi,” ujar Zainal Abidin.

Ia juga meluruskan informasi terkait keterlibatan pemerintah desa dalam pembangunan tersebut. Menurutnya, sejak awal desa turut dilibatkan, terutama dalam penentuan lokasi pembangunan, penyediaan dokumen administrasi lahan, hingga dukungan tambahan penimbunan lokasi menggunakan anggaran desa.
Bahkan, dari skema awal penimbunan sekitar 40 persen, Pemerintah Desa Gampa disebut menambah dukungan sekitar 20 persen lagi sehingga total timbunan mencapai 60 persen demi mempercepat kesiapan lahan pembangunan.
“Lokasi ini memang rendah, sehingga perlu tambahan timbunan agar konstruksi kuat dan aman. Desa ikut berkontribusi dalam penimbunan itu,” jelasnya.

Sementara itu, Pengawas Proyek KDMP, Abdi Muhammad, memastikan pembangunan terus berlanjut dan saat ini tim pelaksana sedang fokus menyelesaikan pekerjaan pendukung agar konstruksi utama dapat dipercepat.
“Fokus kita saat ini ke tahap awal, terutama timbunan. Jadi bukan berhenti. Ini tetap lanjut. Karena material timbun belum bisa diambil saat banjir, maka pekerjaan dialihkan ke workshop, termasuk pengerjaan rangka baja untuk atap dan struktur lanjutan,” jelas Abdi Muhammad.

Ia menambahkan, koordinasi antara pelaksana proyek, pemerintah desa, Babinsa, serta pihak terkait tetap berjalan baik demi memastikan pembangunan KDMP di Desa Gampa selesai sesuai target.
Keuchik Gampa juga menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0105 Aceh Barat yang telah memilih Desa Gampa sebagai lokasi pembangunan KDMP. Ia berharap koperasi tersebut nantinya benar-benar menjadi pusat penguatan ekonomi masyarakat desa.
“Kami berterima kasih kepada Kodim 0105 Aceh Barat yang telah memilih Desa Gampa sebagai lokasi KDMP. Harapan kami, pembangunan ini berjalan lancar dan nantinya benar-benar memberi manfaat besar bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan adanya penjelasan langsung dari pihak desa dan pengawas proyek, masyarakat diharapkan memperoleh informasi utuh bahwa pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Gampa tetap berjalan, dan saat ini masih berproses.










