Meulaboh, Independen News – Ada pengalaman berbeda yang dirasakan Kapolres Aceh Barat, AKBP Agus Sulistianto, S.H., S.I.K., bersama Dandim 0105/Aceh Barat, Letkol Inf. S. Kembaren, S.E., M.I.P., CFrA., saat mencicipi kopi khop, minuman tradisional khas Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat.
Keduanya mengaku terkesan dengan cita rasa kopi khop yang dinilai memiliki kenikmatan tersendiri dibandingkan kopi yang biasa mereka minum. Pengalaman tersebut dirasakan saat keduanya ikut menyaksikan momen bersejarah pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui kegiatan minum kopi khop massal dalam rangka menyambut HUT ke-438 Kota Meulaboh, Minggu (11/10/2026), di Lapangan Teuku Umar, Meulaboh.
Kapolres Aceh Barat, AKBP Agus Sulistianto, mengungkapkan bahwa dirinya merasakan sensasi berbeda ketika menikmati kopi khas daerah tersebut. Bahkan, ia mengaku telah menghabiskan tiga gelas kopi khop pada hari itu.
“ Ternyata minum kopi khop ini lebih nikmat dan enak dibandingkan minum kopi seperti biasanya. Hari ini saja saya sudah menghabiskan tiga gelas kopi khop,” ungkapnya.
Pengakuan tersebut menjadi gambaran bahwa kopi khop bukan sekadar minuman tradisional, tetapi juga memiliki daya tarik rasa dan pengalaman tersendiri bagi siapa saja yang mencobanya.
Hal senada disampaikan Dandim 0105/Aceh Barat, Letkol Inf. S. Kembaren. Ia juga mengaku menikmati cita rasa kopi khop yang menurutnya memberikan pengalaman berbeda dibandingkan kopi yang pernah diminumnya.
“Saya rasa ini kopi terenak yang pernah saya minum,” ungkap Dandim.
Pengalaman Kapolres dan Dandim tersebut menambah semarak kegiatan minum kopi khop massal yang diikuti 2.026 peserta. Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan turut ambil bagian dalam upaya mencatatkan tradisi kuliner khas Meulaboh sebagai rekor MURI.
Kegiatan ini bukan hanya menjadi bagian dari perayaan HUT ke-438 Kota Meulaboh, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kopi khop kepada masyarakat yang lebih luas. Keunikan penyajiannya, dengan gelas kopi diletakkan terbalik di atas piring kecil, menjadi ciri khas yang membedakannya dari sajian kopi pada umumnya.
Kapolres dan Dandim pun kompak menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat Meulaboh dan Kabupaten Aceh Barat atas keberhasilan menyelenggarakan kegiatan bersejarah tersebut.
Mereka berharap kopi khop semakin dikenal luas, menjadi kebanggaan masyarakat, serta mampu mengangkat nama Meulaboh hingga ke tingkat nasional dan internasional.
Melalui momentum ini, kopi khop diharapkan tidak hanya menjadi ikon kuliner khas Aceh Barat, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan pariwisata, meningkatkan daya tarik kunjungan wisatawan, dan membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha warung kopi lokal.
Dari secangkir kopi tradisional, Meulaboh menunjukkan bahwa warisan budaya lokal memiliki potensi besar untuk menjadi kebanggaan daerah sekaligus dikenal di panggung dunia.











