IGD Penuh, Rujukan Tertunda: Ahmad Yani Dorong Solusi Cepat dari BPJS

Meulaboh, Independen News – Anggota DPRK Aceh Barat, Ahmad Yani, menyoroti kondisi pelayanan kesehatan di Aceh Barat yang kembali mengalami tekanan serius akibat overload pasien di sejumlah rumah sakit.

Ia mengungkapkan, kondisi penuh kapasitas terjadi di RS Cut Nyak Dhien, serta rumah sakit swasta seperti RS Harapan Sehat dan RS Kesrem. Akibatnya, banyak pasien rujukan tertunda karena keterbatasan ruang IGD dan tempat tidur pelayanan.

“Ini bukan kejadian sekali dua kali. Sudah berulang, dan hampir setiap saat tenaga medis, termasuk dokter jaga dan sistem rujukan (SISRUTE), kewalahan menghadapi lonjakan pasien,” tegas Ahmad Yani.

Dampak dari kondisi tersebut tidak hanya dirasakan di rumah sakit, tetapi juga di tingkat Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan klinik swasta yang tidak dapat merujuk pasien karena keterbatasan daya tampung rumah sakit rujukan.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa belum adanya alokasi anggaran untuk pembangunan atau penguatan rumah sakit regional pada tahun 2026 semakin memperburuk kondisi layanan kesehatan di wilayah Barat Selatan Aceh.

“Kalau ini terus dibiarkan, kita khawatir akan ada masyarakat yang tidak mendapatkan layanan kesehatan secara layak, bahkan dalam kondisi darurat,” ujarnya.

Sebagai solusi konkret, Ahmad Yani mendesak BPJS Kesehatan untuk segera membuka kerja sama mitra JKN baru dengan klinik-klinik swasta yang telah memenuhi kualifikasi.

Menurutnya, langkah ini dapat menjadi alternatif cepat untuk mengurai beban rumah sakit, sekaligus meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

“BPJS harus responsif. Klinik swasta yang sudah layak perlu segera dirangkul menjadi mitra. Ini bukan hanya soal layanan kesehatan, tapi juga membuka lapangan kerja bagi putra-putri Aceh Barat,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa kolaborasi dengan sektor swasta dapat menjadi solusi efisien bagi daerah, tanpa harus menunggu pembangunan fasilitas baru yang memerlukan waktu dan anggaran besar.

“Daripada masyarakat terus menjadi korban overload layanan, lebih baik kita optimalkan fasilitas yang sudah ada. Yang penting memenuhi standar dan diawasi dengan baik,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed