Meulaboh, Independen News – Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM memimpin Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 di halaman kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat pada Selasa (12/5/2026).
Dalam sambutannya Tarmizi mengatakan, pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuh kembangkan fitrah kodrat alamiah manusia atau potensi sebagai makhluk tuhan yang mulia. Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara meletakkan dasar dan nilai pendidikan dengan sistem among, asah atau ilmu, asih atau kasih sayang dan asuh pendampingan atau pembinaan.
“Sesauai dengan amanat UUD 1994 dan UU Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003, pendidikan pada hakikatnya adalah proses mencerdaskan kehidupan membangun watak dan peradaban bangsa,” kata Tarmizi.
Pendidikan juga merupakan proses menumbuh kembangkan potensi manusia sehingga menjadi insan yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur dan kepribadian utama lainnya.
“Sesuai dengan asta cita Presiden pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun SDM yang unggul, kuat dan tangguh untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, makmur dan bermartabat,” katanya.
Dikatakan Tarmizi, kunci keberhasilan pendidikan terletak pada guru sebagai teladan agen pembelajaran dan peradaban, kita di Aceh Barat hari ini fokus pada dua program yang sangat fundamental yaitu pendidikan dan kesehatan.
“Ini menjadi PR bersama dan ini menjadi fokus bersama seluruh pejabat daerah satuan pendidikan memastikan semua guru terutama seluruh kepala sekolah betul – betul yang berintegritas, bisa menjadi teladan yang baik karena inti semuanya adalah teladan,” ujar Tarmizi.
Dia menegaskan kepada Disdikbud Aceh Barat, agar mengevaluasi guru, kepala sekolah yang bermasalah dan tidak bisa menjadi teladan harus diberikan sikap tegas. Sanksi bukan hanya mengganti kepala sekolah tapi dilanjutkan ke proses selanjutnya agar menjadi pelajaran penting bagi semua pihak.







