Meulaboh, Independen News – Anggota Komisi II DPRK Aceh Barat, M. Priya Nyona Feby, meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Barat segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sepanjang depan Lapangan Teuku Umar, Meulaboh.
Menurutnya, keberadaan para pedagang di lokasi tersebut kerap menimbulkan kemacetan dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain itu, ruas jalan di depan Lapangan Teuku Umar juga merupakan akses penting menuju Rumah Sakit Kesrem Meulaboh yang sering dilalui kendaraan darurat.
“Pemerintah daerah harus segera menata dan menyiapkan lokasi khusus bagi para pedagang agar mereka tetap bisa berjualan dengan tertib tanpa mengganggu arus lalu lintas. Ini bukan soal melarang mencari nafkah, tetapi menata agar semua pihak merasa nyaman,” ujar M. Priya Nyona Feby, Selasa (25/11/2025).
Ia menambahkan, Lapangan Teuku Umar merupakan salah satu ruang publik utama di pusat kota Meulaboh yang seharusnya dijaga kebersihan, keindahan, dan ketertibannya. Kondisi saat ini yang dipenuhi lapak-lapak pedagang dinilai kurang sedap dipandang dan berpotensi mengurangi nilai estetika kota.
“Penataan PKL perlu dilakukan dengan pendekatan humanis. Jangan sampai menimbulkan gesekan, tapi harus ada solusi yang jelas, misalnya dengan menyediakan area khusus kuliner atau pasar malam di lokasi yang strategis,” imbuhnya.
M. Priya juga mendorong dinas terkait, terutama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perdagangan, untuk berkoordinasi dalam penegakan aturan sekaligus pembinaan bagi pedagang. Ia menegaskan bahwa penertiban bukan hanya soal ketertiban jalan, tetapi juga bagian dari upaya mempercantik wajah kota Meulaboh.
“Lapangan Teuku Umar adalah ikon Aceh Barat. Sudah saatnya kita tata bersama agar tetap menjadi tempat rekreasi masyarakat yang aman, bersih, dan tertib,” tutupnya.














