Meulaboh, Independen News– Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat mendorong pemerintah daerah agar mempercepat langkah pengembangan sektor industri lokal sebagai motor penggerak ekonomi baru di wilayah barat selatan Aceh. Upaya ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan nilai tambah hasil sumber daya daerah.
Anggota Komisi II DPRK Aceh Barat, M. Priya Nyona Feby, menyampaikan bahwa selama ini potensi industri di Aceh Barat belum tergarap maksimal, terutama di bidang pengolahan hasil pertanian, perikanan, dan tambang. Ia menilai penting adanya kebijakan hilirisasi agar bahan mentah tidak terus dikirim keluar daerah tanpa nilai tambah.
“Kita punya potensi besar dari sawit, hasil laut, hingga batu bara. Tapi selama ini lebih banyak dijual mentah. DPRK mendorong agar pemerintah daerah bersama pelaku usaha mulai fokus pada industri pengolahan, supaya ekonomi masyarakat meningkat,” ujar Priya Nyona, Sabtu (22/11/2025).
Menurutnya, DPRK siap mendukung langkah Pemkab Aceh Barat melalui regulasi dan kebijakan anggaran yang berpihak pada sektor industri kecil dan menengah (IKM).
Ia menambahkan, dukungan infrastruktur dan kemudahan perizinan juga menjadi faktor penting agar investor mau menanamkan modalnya.
“Kami juga meminta Dinas Perindustrian dan DPMPTSP mempercepat layanan perizinan dan fasilitasi bagi pengusaha lokal. Jangan sampai industri kecil tersendat karena proses birokrasi,” tambahnya.
Selain itu, DPRK juga menyoroti pentingnya sinergi antara dunia pendidikan, khususnya sekolah kejuruan dan politeknik, dengan kebutuhan industri. Langkah ini diharapkan dapat menekan angka pengangguran di kalangan muda.
“Kalau industri maju, ekonomi tumbuh, lapangan kerja terbuka, dan kesejahteraan rakyat meningkat. Itulah yang ingin kita capai,” tutupnya.
Dengan dukungan penuh DPRK, Aceh Barat diharapkan mampu membangun ekosistem industri berkelanjutan yang memanfaatkan potensi lokal secara optimal dan ramah lingkungan.














