MEULABOH, Independen New – Komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam menuntaskan persoalan sampah hingga ke tingkat akar rumput terus diperkuat. Setelah sukses menginisiasi program kemitraan pengelolaan sampah di Desa Suak Indrapuri, kini Desa Kuta Padang menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Kesepakatan tersebut lahir dalam pertemuan hangat yang berlangsung di salah satu café di Meulaboh antara pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Barat selaku pengelola program dengan Keuchik Kuta Padang beserta jajaran perangkat desa.
Pertemuan itu membahas implementasi layanan kebersihan terpadu yang dirancang menjangkau hingga ke lorong-lorong desa, sekaligus membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Barat, Dr. Kurdi, menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar agenda kebersihan, melainkan bagian dari upaya membangun kemandirian desa melalui pengelolaan sampah modern berbasis pemilahan dari sumbernya.
“Kami mengapresiasi kesediaan Desa Kuta Padang untuk bergabung dalam gerakan ini. Tujuan kita bukan sekadar memindahkan sampah ke TPA, tetapi membangun kemandirian desa melalui pemilahan dari sumbernya. Dengan pengelolaan yang baik, kita harapkan sirkular ekonomi berjalan, di mana sampah yang dipilah memiliki nilai ekonomi yang kembali ke masyarakat,” ujar Dr. Kurdi.
Menurutnya, keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah desa yang mampu menciptakan lingkungan bersih sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Keuchik Kuta Padang menyambut positif inisiatif tersebut sebagai solusi atas persoalan sampah yang selama ini sulit terjangkau armada besar pengangkut sampah.
Pihak desa menegaskan komitmennya untuk mengedukasi masyarakat agar mulai memilah sampah langsung dari rumah. Langkah ini diyakini akan memberi manfaat besar terhadap kebersihan lingkungan sekaligus membuka peluang kerja baru bagi warga.
Pada tahap awal, program akan menyasar sekitar 500 Kepala Keluarga (KK). Jumlah tersebut nantinya akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 1.000 sampai 3.000 KK di wilayah Kuta Padang.
Program kemitraan ini diproyeksikan membawa dampak multisektor yang signifikan. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, program ini juga membuka lapangan kerja baru melalui penyerapan tenaga kerja lokal pada sektor pengangkutan dan pemilahan sampah.
Tidak hanya itu, pengelolaan sampah yang profesional juga diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) serta menjadi solusi nyata dalam menekan angka pengangguran melalui peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
Dengan langkah kolaboratif ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menunjukkan keseriusannya dalam membangun sistem pengelolaan sampah modern yang tidak hanya berorientasi pada kebersihan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.













