Aceh Selatan, Independen News – Pesantren Darul Aitami Kabupaten Aceh Selatan menggelar peringatan Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada Kamis malam (15/1/2026) yang berlangsung sejak pukul 21.00 WIB hingga 23.00 WIB tersebut dilaksanakan dengan penuh khidmat dan kekhusyukan, diikuti oleh pimpinan pesantren, dewan guru, para santri, serta jamaah.
Peringatan Isra’ Mi’raj ini diisi dengan rangkaian ibadah, antara lain pembacaan Raja Shalawat, Dalail Khairat, serta doa bersama.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, memperkuat spiritualitas santri, sekaligus memohon keberkahan dan perlindungan Allah SWT bagi daerah dan masyarakat Aceh Selatan.

Pimpinan Pesantren Darul Aitami, Tgk. Sumardy Tarmisal, dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk memperkokoh iman dan ketakwaan.
Ia menekankan pentingnya menjaga shalat lima waktu sebagai perintah langsung yang diterima Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT.
Menurutnya, shalawat dan dzikir merupakan amalan mulia yang memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah.
Ia juga mengingatkan jamaah akan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan.”
(QS. Al-Ahzab: 56)
Selain itu, Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.”
(HR. Muslim)
Dalam doa bersama yang dipanjatkan, keluarga besar Pesantren Darul Aitami memohon agar Kabupaten Aceh Selatan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, diberikan keamanan, persatuan, dan kesejahteraan, serta dijauhkan dari segala bentuk musibah, fitnah, dan perpecahan.
Doa juga dipanjatkan untuk para pemimpin daerah agar diberikan kekuatan, keikhlasan, dan kebijaksanaan dalam mengemban amanah.
Peringatan Isra’ Mi’raj ini diharapkan menjadi wasilah turunnya rahmat Allah SWT, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperkuat peran pesantren sebagai pusat pembinaan iman dan akhlak umat.














