ACEH BARAT, Independen News – Komandan Kodim 0105/Aceh Barat, Letkol Inf S. Kembaren, S.E., M.I.P., CFrA, menyampaikan bahwa kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun 2026 difokuskan pada peningkatan sarana dan prasarana di pedesaan, khususnya pembangunan akses jalan sepanjang 5,4 kilometer di wilayah Gampong Lueng Jawa, Kecamatan Woyla.
“Selain pembangunan jalan, kita juga melaksanakan kegiatan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), dan sumur bor. Saat ini beberapa pekerjaan sudah mulai dikerjakan,” ujar Dandim saat diwawancarai usai upacara pembukaan TMMD, Senin (9/2/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan pembangunan fisik TMMD ditargetkan selesai dalam waktu 30 hari. Pihaknya juga berharap dukungan dan doa dari masyarakat agar seluruh kegiatan berjalan lancar tanpa kendala cuaca.
“Kalau tidak ada halangan, insyaallah pekerjaan selesai dalam sebulan. Kami mohon doa restu masyarakat agar semua berjalan baik,” tambahnya.
Selain kegiatan fisik, TMMD ke-127 juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan penyuluhan, seperti sosialisasi kebangsaan, penyuluhan hukum, pengobatan gratis, sunatan massal, dan pasar murah.
Letkol Kembaren menegaskan, program TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, serta meningkatkan semangat gotong royong di pedesaan.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat menciptakan kebersamaan antara masyarakat, aparat pemerintah, dan TNI. Dengan akses jalan yang lebih baik, masyarakat akan lebih mudah mengangkut hasil panen, aktivitas ekonomi meningkat, dan kesejahteraan pun bertambah,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, pembangunan jalan yang dilakukan memiliki empat cabang akses, yang menghubungkan antarperkampungan dan kawasan pertanian warga.
Hal ini diharapkan dapat membuka isolasi desa dan mempercepat roda pembangunan di wilayah pedalaman Aceh Barat.
















