Meulaboh, Independen News – Bupati Aceh Barat diwakili oleh Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat, Setdakab, Ruswaidi membuka kegiatan koordinasi implementasi jejaring layanan program gizi, kesehatan ibu dan anak serta kesehatan reproduksi Tiara Hotel, Meulaboh pada Senin (28/9/2026).
Ruswaidi mengatakan, kegiatan tersebut memiliki arti penting dalam memperkuat pembangunan kesehatan di Aceh Barat. Karena itu koordinasi dan jejaring menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan yang terpadu.
“Pembangunan kesehatan merupakan bagian penting dari upaya kita membangun Aceh Barat yang maju dan sejahtera. Maka kesehatan menjadi salah satu perhatian dalam 100 program prioritas Pemkab Aceh Barat,” kata Ruswaidi.
Dikatakan Ruswaidi, pembangunan kesehatan adalah upaya menghadirkan pelayanan yang dekat dan berkualitas, sekaligus menbangun masyarakat yang sehat sejak awal kehidupan. Upaya tersebut membutuhkan kerja sama semua pihak.
“Data stunting yang masih menjadi perhatian kita menunjukkan bahwa penguatan upaya pencegahan dan pendampingan keluarga perlu terus dilakukan. Persoalan ini juga berkaitan dengan banyak hal mulai dari pemenuhan gizi, pola asuh, lingkungan, perilaku hidup sehat hingga akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan,” katanya.
Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang perlu menjadi arah bersama, Pertama adalah kita perlu memperkuat pencegahan sejak awal dengan mulai membangun kesehatan dari hulu ke hilir. Kedua, kita perlu memastikan layanan kesehatan semakin terhubung dengan koordinasi antar layanan dan antar unsur harus berjalan dalam satu kesatuan.
“Kemudian yang terakhir, kita perlu memperkuat peran keluarga dan masyarakat, pemerintah dapat menyediakan kebijakan dan pelayanan, tetapi keluarga merupakan lingkungan pertama tempat kesehatan itu dibentuk,” ujar Ruswaidi.
Dia berharap kegiatan koordinasi yang dilaksanakan pada hari ini menghasilkan langkah konkret dan dapat diterapkan di lapangan. Karena arah yang ingin dicapai adalah masyarakat yang semakin sehat, status gizi semakin baik serta ibu dan anak yang mendapatkan perhatian serta pelayanan berkualitas.
“Semoga ikhtiar ini memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Aceh Barat dan menjadi bagian dari upaya kita menyiapkan generasi Aceh Barat yang sehat, berkualitas serta siap menyongsong generasi emas 2045,” ujarnya.








