Aceh Barat, Independen News – Musyawarah Besar (Mubes) ke-II Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Barat resmi dibuka di Aula Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Barat, Senin (14/9/2026).
Mubes tersebut menjadi momentum penting bagi MAA Aceh Barat untuk memperkuat kelembagaan sekaligus merumuskan arah organisasi dalam menjaga dan mengembangkan adat istiadat Aceh di tengah berbagai tantangan sosial masyarakat.
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM, dalam sambutannya berharap MAA Aceh Barat dapat semakin bersinergi dalam menjalankan roda organisasi sesuai dengan tujuan dan fungsi MAA.
Menurutnya, keberadaan MAA memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat Aceh, terutama dalam menjaga keseimbangan antara adat dan nilai-nilai agama.
“Adat bak Poteumeureuhom, hukom bak Syiah Kuala. Artinya, pemangku adat atau pemimpin harus selaras dengan ulama,” demikian pesan yang disampaikan Bupati Tarmizi dalam sambutannya.
Tarmizi juga berharap MAA Aceh Barat dapat mendukung visi dan misi pemerintah daerah, khususnya dalam upaya menjalankan serta memperkuat syariat Islam dalam kehidupan masyarakat.
Ia menilai penguatan adat dan nilai agama menjadi semakin penting di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini.
Karena itu, Bupati mengajak MAA bersama seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga Aceh Barat dari berbagai ancaman sosial, seperti pergaulan bebas, judi online dan penyalahgunaan narkoba.
“Jaga Aceh Barat dari pergaulan bebas, judi online dan narkoba, mulai dari tingkat gampong, kecamatan hingga kabupaten,” pesannya.
Selain menjalankan fungsi adat, Tarmizi juga meminta MAA Aceh Barat menjadikan organisasi tersebut sebagai wadah pemersatu masyarakat.
Menurutnya, perbedaan pandangan politik pada masa lalu sempat membuat masyarakat terkotak-kotak. Bahkan, dalam sejumlah kegiatan di tingkat gampong, perbedaan tersebut pernah terlihat dalam pola pergaulan masyarakat.
Namun, kondisi tersebut dinilai mulai berubah seiring tumbuhnya semangat kebersamaan dan persatuan di Aceh Barat.
“Jadikan MAA sebagai wadah pemersatu. Jangan ada lagi gesekan, jangan ada kotak-kotak. Fokus pada kekeluargaan dan persatuan,” ujar Tarmizi.
Ia berharap semangat persatuan tersebut juga dapat tercermin dalam kepengurusan dan perjalanan organisasi MAA Aceh Barat ke depan.
Mubes ke-II MAA Aceh Barat diharapkan tidak hanya menjadi forum pemilihan atau penyusunan kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat komitmen bersama dalam melestarikan adat, memperkuat nilai keislaman serta membangun persatuan masyarakat Aceh Barat.
Dengan semangat kebersamaan, MAA Aceh Barat diharapkan mampu mengambil peran lebih besar sebagai penjaga adat sekaligus perekat masyarakat di tengah perkembangan zaman.






