Meulaboh, Independen News – Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM, terus memperjuangkan dukungan anggaran pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui pertemuan dengan Ketua Komisi V DPR RI yang membidangi sektor infrastruktur dan Kementerian Pekerjaan Umum, Jumat (4/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Tarmizi didampingi Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, SH. Keduanya turut memperjuangkan sejumlah program pembangunan prioritas yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat Aceh Barat.
Bupati Tarmizi juga meminta dukungan Anggota DPR RI Dapil Aceh I, Jamaludin Idham, yang berasal dari Fraksi PDI Perjuangan, untuk membantu memperjuangkan berbagai kebutuhan pembangunan Aceh Barat di tingkat pusat.
“Karena Ketua Komisi V dari PDIP, kami meminta bantuan kepada Anggota DPR RI Dapil Aceh I Bang Jamaludin Idham yang juga dari Fraksi PDIP,” ujar Tarmizi.
Menurut Tarmizi, meskipun Menteri Pekerjaan Umum sebelumnya telah turun langsung ke Aceh Barat, dukungan DPR RI tetap sangat dibutuhkan, terutama dalam proses pembahasan dan penetapan anggaran pembangunan.
“Walaupun Pak Menteri sudah turun ke Aceh Barat, namun kami masih perlu dukungan DPR RI saat pembahasan anggaran terkait usulan jalan yang saat ini sangat dibutuhkan di Aceh Barat. Karena anggarannya DPR RI yang menyetujui dan mengesahkan,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Aceh Barat mengusulkan sejumlah program prioritas untuk mendapatkan dukungan Komisi V DPR RI, yakni:
- Lanjutan pembangunan jalan nasional dua jalur di Kecamatan Meureubo.
- Lanjutan pembangunan Irigasi Lhok Guci.
- Pembangunan kolam retensi.
- Pembangunan jalan kabupaten melalui skema IJD.
Tarmizi mengatakan, keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi salah satu kendala dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya jalan.
“Tahun ini kondisi keuangan daerah hanya mampu membangun sekitar 4 kilometer jalan. Tahun depan hanya sekitar 2 kilometer. Ini yang sedang kami perjuangkan supaya bisa bertambah dan mampu menangani jalan penghubung kecamatan maupun penghubung desa,” katanya.
Dari sejumlah usulan tersebut, pembangunan jalan nasional dua jalur di Kecamatan Meureubo menjadi salah satu prioritas terbesar yang sedang diperjuangkan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.
Tarmizi berharap dukungan pemerintah pusat dan DPR RI dapat mempercepat realisasi pembangunan sehingga konektivitas antarwilayah di Aceh Barat semakin baik serta mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Sementara itu, untuk pembangunan jalan provinsi seperti Pribu–Cot Darat, Samatiga dan Jalan Meulaboh–Tutut, Tarmizi menyebut pihaknya harus melakukan lobi dan koordinasi dengan Pemerintah Aceh.
“Untuk jalan provinsi Pribu–Cot Darat Samatiga dan Jalan Meulaboh–Tutut harus lobi ke provinsi. Tahun ini tidak ada anggaran untuk pembangunan jalan. Juga sudah kita perjuangkan, semoga tahun depan bisa terwujud,” ungkapnya.
Tarmizi menambahkan, komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat maupun Pemerintah Aceh akan terus dilakukan agar berbagai kebutuhan pembangunan infrastruktur Aceh Barat dapat direalisasikan secara bertahap.
“Alhamdulillah, Pak Ketua sangat mendukung. Semoga ke depan semua permintaan bisa terwujud. Ketua juga bercanda, kita sama-sama merah. Aceh harus tetap dibantu,” pungkas Tarmizi.










