Meulaboh, Independen News – Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM membuka kegiatan pelatihan bahasa Jepang di Akademi Komunitas Negeri (AKN) Desa Alue Peunyareng, Kecamatan Meureubo pada Rabu (7/10/2026).
Kegiatan pelatihan bahasa jepang tersebut merupakab rangkaian dari program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat yaitu Magang dan Kerja ke Jepang yang seluruh biayanya ditanggung oleh Pemkab melalui Distransnaker dan bekerjasama dengan AKN.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekda, Ketua AKN Aceh Barat, Kadis Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, Kadis Transnaker Aceh Barat, instansi vertikal dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Tarmizi mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat akan terus berupaya dan berikhtiar agar Aceh Barat dapat tetap terus maju ditengah tantangan besar yang saat ini tengah dihadapi.
“Hari ini setiap tahun lulusan dari perguruan tinggi jumlahnya ratusan dari Aceh Barat ke seluruh universitas yang ada di Indonesia, belum lagi lulusan SMA yang tidak melanjutkan ke universitas juga umumnya pengangguran,” kata Tarmizi.
Dikatakan Tarmizi, saat ini Pemkab Aceh Barat tidak lagi bisa merekrut tenaga honorer maupun tenaga kontrak setelah adanya program pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Yang ada peluang di perusahaan, kalau kita kumpulkan seluruh perusahaan yang ada di Aceh Barat setiap tahunnya tidak pernah lebih dari 50 orang yang mendapatkan peluang kerja, itupun belum tentu murni 100 persen putra daerah,” katanya.
Oleh karena itu ada beberapa strategi yang dilakukan oleh pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan salah satunya adalah memanfaatkan peluang yang ada diluar daerah maupun di luar negeri seperti program magang dan kerja ke Jepang ini.
“Harapan kami kalau hari ini ada 60 orang yang ikut program magang dan kerja ke Jepang maka tahun depan kita siap untuk mengirimkan 600 orang, mereka yang terpilih sudah dinyatakan lulus tes atau seleksi oleh para penguji berkompeten,” ujar Tarmizi.
Sementara itu, Kadis Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, Akmil Husen mengatakan bahwa program program magang dan kerja ke Jepang adalah program hebat, dimana saat banyak daerah masih berdiskusi tentang pengangguran namun Aceh Barat sudah bergerak nyata.
“Program ini bukan program seremonial, ini adalah program yang menyiapkan anak Aceh Barat untuk bersaing di dunia kerja bukan hanya di Meulaboh atau Banda Aceh tapi di pentas dunia,” kata Akmil.
Maka dari itu kata Akmil, atas nama Pemerintah Provinsi Aceh dia mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat serta sejumlah pihak yang turut menggagas dan menyukseskan program magang dan kerja ke Jepang tersebut.












