TERENGGANU, Independen News – Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM, menghadiri kegiatan Southeast Asia Olympiad Championship and Sustainable Tourism Workshop (Senior High School) yang digelar di Terengganu, Malaysia. Kegiatan tersebut diikuti peserta dari empat negara, yakni Malaysia, Indonesia, Thailand dan Kamboja.
Dalam kegiatan internasional tersebut, Tarmizi hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Delegasi Indonesia yang mewakili tujuh provinsi di Indonesia yang ambil bagian dalam olimpiade tingkat Asia Tenggara tersebut.
Tarmizi mengatakan, kehadirannya di tengah kesibukan pemerintahan merupakan bentuk penghormatan terhadap undangan pihak Terengganu sekaligus upaya memperkuat hubungan kerja sama yang selama ini telah terjalin antara Aceh Barat dan Malaysia.
“Kami menyempatkan diri untuk hadir pada acara Southeast Asia Olympiad Championship and Sustainable Tourism Workshop yang dihadiri oleh empat negara,” ujar Tarmizi.
Ia menyebutkan, hubungan antara Aceh Barat dan pihak Terengganu bukan sekadar dalam kegiatan seremonial. Sebelumnya, pihak Terengganu telah dua kali berkunjung ke Aceh Barat bersama rombongan.
Bahkan, hubungan tersebut mulai memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata Aceh Barat, salah satunya dengan mulai datangnya wisatawan dari Malaysia ke daerah tersebut.
Menurut Tarmizi, momentum pertemuan internasional ini menjadi kesempatan penting untuk terus memperkenalkan potensi Aceh Barat kepada masyarakat dan wisatawan mancanegara.
“Kehadiran kami selain mempererat hubungan yang sudah terjalin, juga untuk saling memperkenalkan daerah dalam rangka promosi daerah bagi para pelancong,” katanya.
25 Siswa Aceh Barat Ikut Olimpiade Internasional
Pada ajang tersebut, sebanyak 25 siswa asal Aceh Barat dari jenjang SMA dan madrasah turut berpartisipasi. Mereka didampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Barat, para kepala sekolah, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh Barat.
Tarmizi memberikan perhatian khusus terhadap keikutsertaan para pelajar tersebut. Baginya, pengalaman mengikuti kompetisi internasional jauh lebih penting daripada sekadar mengejar gelar juara.
Ia mengingatkan bahwa keberanian siswa untuk tampil dan berkompetisi dengan pelajar dari berbagai negara merupakan bagian penting dalam membangun mental dan kepercayaan diri generasi muda.
“Tahun 2025 ada 12 peserta yang ikut dan kami turut memberikan dukungan kuat. Mereka mendapatkan juara. Namun, bukan juara yang paling penting, tetapi mental mereka bisa mengikuti olimpiade antarnegara sehingga semakin termotivasi untuk menjadi yang terbaik,” ungkapnya.
Menurutnya, pengalaman tampil di tingkat internasional akan menjadi modal berharga bagi para siswa untuk menghadapi tantangan pendidikan dan kehidupan di masa depan.
Karena itu, kehadirannya di Terengganu juga dimaksudkan untuk memberikan semangat secara langsung kepada anak-anak Aceh Barat agar tidak takut bersaing dan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Kami hadir untuk memberi motivasi bagi anak-anak supaya mereka kuat mental dalam pertandingan olimpiade,” tegasnya.
Aceh Barat Jajaki Kerja Sama Pendidikan dan Pariwisata
Di sela kunjungannya yang relatif singkat, Bupati Tarmizi juga berkesempatan melakukan pertemuan dengan pihak rektorat Universitas Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Terengganu, Malaysia.
Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan serta pengembangan sektor pariwisata antara Aceh Barat dan UniSZA.
Kerja sama pendidikan diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi peningkatan kapasitas generasi muda Aceh Barat, termasuk peluang pengembangan jejaring akademik dan pertukaran pengetahuan.
Sementara di sektor pariwisata, kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat promosi potensi wisata Aceh Barat sehingga semakin dikenal oleh masyarakat Malaysia dan wisatawan internasional.
Tarmizi berharap, berbagai hubungan dan kerja sama yang terus dibangun dengan pihak Malaysia dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh Barat.
“Semoga membawa kebaikan kepada daerah dan bagi generasi masa depan daerah,” pungkasnya.










