Meulaboh, Independen News – Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil SH membuka kegiatan workshop desain dan inovasi produk ekonomi kreatif yang digelar oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) di Aula Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) pada Rabu (21/10/2026).
Said mengatakan, ditengah persaingan pasar yang semakin ketat seperti saat ini, produk yang berkualitas saja belum cukup untuk mendongkrak dan meningkatkan daya beli masyarakat, sehingga dibutuhkan desain yang menarik, identitas yang kuat serta inovasi yang sesuai dengan kebutuhan dan selera konsumen.
“Aceh Barat memiliki berbagai potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Potensi tersebut harus didukung oleh kreativitas dan kemampuan SDM agar tidak hanya memiliki nilai jual tinggi saja, tetapi juga mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Said.
Dikatakan Said, desain dan inovasi bukan sekedar persoalan penampilan, melainkan bagian penting dalam meningkatkan nilai tambah, membangun kepercayaan konsumen dan memperkuat daya saing produk.
“Kedepan kita ingin produk – produk ekonomi kreatif Aceh Barat tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas dan menjadi kebanggaan daerah. Produk yang kita hasilkan harus memiliki ciri khas dan identitas lokal yang kuat, sehingga mampu menunjukkan keunikan serta potensi Aceh Barat kepada masyarakat luas,” katanya.
Untuk mewujudkan hal tersebut kata Said, Pemkab Aceh Barat memandang pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu upaya untuk membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menciptakan lapanga kerja.
“Oleh kerana itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas kreatif, generasi muda dan seluruh pihak terkait. Karena kemampuan menghasilkan produk yang berkualitas harus diiringi dengan kemampuan mempromosikan dan memasarkannya secara menarik,” ujar Said.
Selain itu kata Said, Pemkab Aceh Barat juga mendorong para pelaku ekonomi kreatif agar mulai memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi dan pemasaran, produk yang berkualitas harus mampu ditampilkan secara menarik dan diperkenalkan kepada masyarakat luas.
“Dengan demikian kita tidak hanya menghasilkan produk yang baik, tetapi juga membangun identitas produk lokal yang kuat dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.








