Buka Perayaan HUT Kota Meulaboh ke-438, Bupati Tarmizi Paparkan Capaian dan Arah Pembangunan Aceh Barat

Meulaboh, Independen News – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat resmi membuka rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Meulaboh ke-438 di depan Lapangan Teuku Umar, Meulaboh, Sabtu malam (10/10/2026).

Pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Barat, anggota DPRA, pimpinan instansi vertikal, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, pelaku UMKM, seniman, insan pers serta masyarakat.

Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM, didampingi Wakil Bupati Said Fadhiel, SH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perayaan HUT Kota Meulaboh tahun ini digelar secara sederhana dengan tetap mengedepankan seni, budaya dan pemberdayaan masyarakat.

Tarmizi menjelaskan, rangkaian perayaan tahun ini berlangsung selama tiga hari, dari 9 Oktober hingga 11 Oktober 2026. Kebijakan tersebut menyesuaikan arahan pemerintah terkait efisiensi penggunaan anggaran.

“Kalau HUT sebelumnya ada Pekan Kebudayaan Aceh Barat sampai satu minggu, kali ini hanya tiga hari. Namun kegiatan UMKM tetap lebih panjang karena berkolaborasi dengan rangkaian kegiatan TNI yang dimulai sejak 4 Oktober,” ujar Tarmizi.

Utamakan Talenta Lokal dan Seni Budaya

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perayaan HUT kali ini tidak menghadirkan artis dari luar daerah maupun pertunjukan band, keyboard dan gitar.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat justru memberikan ruang lebih besar bagi talenta lokal serta kesenian tradisional Aceh.

Sejumlah kesenian yang ditampilkan di antaranya Tari Ratoeh Jaroe, Tari Pukat, Sedati, Rapai, Saman, Rapai Geleng serta Debus.

Menurut Tarmizi, konsep tersebut sekaligus menjadi upaya pemerintah untuk menjaga identitas budaya daerah.

Ia juga mengingatkan seluruh masyarakat yang mengikuti rangkaian perayaan agar tetap menjaga nilai-nilai syariat Islam.

“Tidak ada narkoba, judi maupun maksiat. Mari kita jaga syariat Islam di daerah yang sangat kita cintai,” tegasnya.

Tarmizi: Tantangan Besar Tak Boleh Membuat Pemerintah Pesimis

Dalam kesempatan tersebut, Tarmizi juga memaparkan sejumlah program dan capaian pemerintah selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Said Fadhiel.

Ia menyebut, pemerintah daerah saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari situasi global, tekanan fiskal hingga bencana alam.

Namun, kondisi tersebut menurutnya tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti bekerja.

“Semua tantangan itu tidak membuat kami frustrasi. Justru kami jadikan sebagai motivasi. Tidak membuat kami pesimis, justru semakin optimis,” katanya.

Menurut Tarmizi, salah satu strategi menghadapi keterbatasan tersebut adalah melalui kolaborasi pentahelik, yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas dan media.

“Hanya dengan bersatu kita bisa maju. Hanya dengan bersatu kita mampu mengubah keadaan yang impossible menjadi possible, yang mustahil menjadi berhasil,” ujarnya.

Pelayanan RSUD Cut Nyak Dhien Terus Dibenahi

Di sektor kesehatan, Tarmizi mengungkapkan pemerintah fokus membenahi berbagai aspek pelayanan di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh.

Ia menyebut kapasitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang sebelumnya hanya memiliki 13 tempat tidur kini telah bertambah menjadi 26 tempat tidur. Selain itu, bangunan baru menambah 54 tempat tidur.

RSUD Cut Nyak Dhien juga telah memiliki fasilitas CT Scan, sementara fasilitas kateterisasi jantung yang sebelumnya lama tidak difungsikan kini sudah dapat digunakan.

“Sehingga ribuan pasien jantung tidak perlu lagi ke Banda Aceh, cukup berobat di Rumah Sakit Cut Nyak Dhien,” ungkapnya.

Fasilitas hemodialisis (HD) juga ditingkatkan dari sebelumnya sembilan menjadi 14 tempat tidur. Penambahan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban pasien yang harus menjalani cuci darah secara rutin.

Pemerintah juga menambah tenaga kebersihan dari 30 menjadi 70 orang serta petugas keamanan dari delapan menjadi 20 orang.

Pasien Rujukan ke Banda Aceh Dapat Bantuan Rp1 Juta

Salah satu program yang disoroti Tarmizi adalah bantuan bagi pasien Aceh Barat yang harus menjalani rawat inap di Banda Aceh.

Setiap pasien yang dirujuk untuk rawat inap ke Banda Aceh, kata dia, mendapatkan bantuan Rp1 juta untuk meringankan beban keluarga.

Sejak program tersebut berjalan hingga September 2026, pemerintah mengklaim telah membantu 1.734 pasien.

Selain bantuan dana, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga menyediakan rumah singgah bagi keluarga pasien dengan fasilitas makan dan minum gratis serta pendampingan untuk membantu kebutuhan pasien dan keluarga.

Pendidikan: Kepala Sekolah Akan Dipilih Secara Terbuka

Di sektor pendidikan, Tarmizi mengatakan pihaknya tengah melakukan pembenahan manajemen Dinas Pendidikan.

Ia menegaskan ke depan pengisian jabatan kepala sekolah akan dilakukan secara terbuka berdasarkan persyaratan dan penilaian objektif.

“Ke depan tidak ada lagi kepala sekolah hasil lobby atau hasil titipan. Semua punya kesempatan yang sama sesuai dengan syarat yang ditentukan,” tegasnya.

Pemkab Aceh Barat juga bekerja sama dengan Prof. Yohanes Surya melalui program Gasing untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa.

Mulai 2027, guru-guru dayah juga direncanakan ikut mengajar di sekolah tingkat SD dan SMP, khususnya dalam pembelajaran fardhu ain, sehingga pendidikan formal tetap berjalan seiring dengan pendidikan agama.

Fokus Pertanian dan Ketahanan Pangan

Sektor pertanian juga menjadi perhatian serius pemerintah mengingat lebih dari 60 persen masyarakat Aceh Barat disebut menggantungkan kehidupan dari sektor tersebut.

Tarmizi mengatakan persoalan utama yang harus diselesaikan adalah ketersediaan air untuk pertanian.

Pemerintah terus memperjuangkan pembangunan irigasi Lhok Kucing yang membutuhkan anggaran sekitar Rp2,5 triliun.

Selain itu, pemerintah juga mengusulkan tambahan bantuan sumur bor serta terus menyalurkan alat dan mesin pertanian kepada masyarakat.

“Target kita nanti pada suatu saat Aceh Barat akan memiliki brand atau merek beras sendiri dan swasembada pangan,” katanya.

Infrastruktur Jadi Perhatian

Tarmizi juga memaparkan sejumlah upaya pemerintah dalam memperjuangkan pembangunan infrastruktur.

Salah satunya pembangunan tebing Krueng Woyla dan Krueng Meureubo yang telah mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat dengan nilai hampir Rp400 miliar.

Pemkab Aceh Barat juga terus memperjuangkan peningkatan jalan nasional Banda Aceh–Tapaktuan, khususnya kawasan yang rawan kecelakaan.

Untuk jalan provinsi, pemerintah juga mendorong perhatian terhadap sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan.

Tarmizi bahkan secara khusus meminta dukungan anggota DPRA yang hadir agar persoalan jalan provinsi, termasuk ruas Meulaboh–Tutut, dapat segera mendapat perhatian.

Dorong UMKM dan Pariwisata

Dalam upaya menggerakkan ekonomi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga mendorong pengembangan UMKM melalui berbagai event.

Tarmizi menyebut kegiatan seperti Car Free Day telah memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

Pemerintah juga menyiapkan gerai pusat oleh-oleh khas Aceh Barat di sekitar Masjid Agung Meulaboh yang nantinya menjadi tempat pemasaran berbagai produk UMKM lokal.

Konsep one subdistrict, one product juga terus didorong agar setiap kecamatan memiliki produk unggulan masing-masing.

Salah satu contoh yang disebut adalah produk berbahan ikan lemih-lemi yang kini telah dikembangkan menjadi kerupuk, keripik, bakso hingga nugget.

Sementara di sektor pariwisata, pemerintah merencanakan Jalan Sudirman Meulaboh menjadi salah satu pusat wisata kuliner dengan konsep street food dan pencahayaan yang menarik.

Siapkan 60 Pemuda Bekerja ke Jepang

Tak hanya membuka peluang kerja di daerah, Pemkab Aceh Barat juga menyiapkan program penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

Tarmizi mengatakan pada awal 2027, sebanyak 60 putra-putri Aceh Barat ditargetkan berangkat bekerja ke Jepang.

Mereka saat ini tengah mengikuti pelatihan bahasa dan budaya Jepang selama tiga bulan.

Ke depan, program tersebut ditargetkan diperluas ke sejumlah negara lain dengan jumlah peserta yang lebih banyak.

“Aceh Barat Bersatu, Aceh Barat Maju”

Menutup sambutannya, Tarmizi meminta dukungan, doa dan kebersamaan seluruh masyarakat Aceh Barat agar berbagai program pembangunan dapat berjalan sesuai target.

Ia menegaskan pemerintah tidak ingin hanya mengumbar janji, tetapi membiarkan waktu membuktikan hasil dari berbagai program yang sedang dijalankan.

“Kami hanya butuh doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Aceh Barat supaya kami tetap semangat, tetap on the right track. Insya Allah, Aceh Barat bersatu, Aceh Barat maju,” pungkas Tarmizi.

Pembukaan HUT Kota Meulaboh ke-438 tersebut kemudian dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya lokal yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan hingga 11 Oktober 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *