Medan, Independen News – Sebanyak 41 peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II yang diselenggarakan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Aceh melaksanakan studi lapangan ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran strategis dalam PKA, khususnya untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap kebijakan, tata kelola organisasi, serta praktik manajemen kinerja dan pelayanan publik di lingkungan instansi pemerintah.
Peserta PKA Angkatan II berasal dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) serta Pemerintah Daerah Takengon. Mereka merupakan perwakilan dari sejumlah unit pelaksana teknis (UPT) di berbagai wilayah, antara lain Riau, Sulawesi Selatan, Jambi, Aceh, dan sejumlah daerah di Pulau Jawa.
Ketua Kelompok IV PKA Angkatan II, Hari Kurniawan, mengatakan studi lapangan menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran karena memberikan kesempatan kepada peserta untuk menghubungkan teori kepemimpinan dan manajemen dengan praktik penyelenggaraan pemerintahan secara langsung.
“Studi lapangan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran untuk memperkuat kompetensi kepemimpinan dan manajerial, sekaligus memberikan pengalaman kepada peserta dalam mengidentifikasi dan menganalisis praktik penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan publik secara langsung,” ujar Hari.
Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung berbagai aspek tata kelola organisasi yang diterapkan di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan.
“Dalam kunjungan ini, kami dapat melihat secara langsung tata kelola organisasi, sistem pelayanan keimigrasian, pengelolaan sumber daya, hingga berbagai inovasi dan praktik baik yang diterapkan di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan, Uray Avian, S.Sos., M.H., menyambut baik pelaksanaan studi lapangan tersebut. Ia berharap para peserta dapat mengambil berbagai pengalaman dan praktik positif yang diterapkan dalam penyelenggaraan pelayanan keimigrasian.
“Semoga rekan-rekan peserta dapat mengambil hal-hal positif di sini dan melihat secara langsung bagaimana layanan keimigrasian dilaksanakan. Jika membutuhkan data atau informasi selama kegiatan studi lapangan, kami akan membantu melalui para pegawai demi kelancaran kegiatan ini,” kata Uray.
Dalam kesempatan tersebut, Uray juga memaparkan profil organisasi, pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian, strategi peningkatan kualitas pelayanan publik, serta berbagai inovasi yang dikembangkan untuk mendukung pelayanan yang profesional, efektif, transparan, dan berorientasi kepada masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan pertukaran pengalaman antara peserta PKA Angkatan II dengan jajaran Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan.
Melalui dialog dan observasi lapangan, peserta memperoleh gambaran mengenai berbagai praktik baik yang dapat dijadikan referensi dalam menjalankan tugas kepemimpinan di unit kerja masing-masing.
Studi lapangan merupakan salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan PKA karena memberikan ruang bagi peserta untuk memahami secara langsung penerapan kepemimpinan, manajemen kinerja, tata kelola organisasi, dan pelayanan publik.
Hari Kurniawan berharap berbagai pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh selama kegiatan dapat diimplementasikan di lingkungan kerja masing-masing.
“Harapannya, pembelajaran dan praktik baik yang diperoleh dari studi lapangan ini dapat diadopsi dan disesuaikan dengan kebutuhan unit kerja masing-masing, sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.
Studi lapangan yang diikuti 41 peserta tersebut berlangsung lancar dan mendapat antusiasme dari para peserta.
Mereka juga mengapresiasi kesempatan untuk mempelajari secara langsung tata kelola organisasi, manajemen kinerja, serta praktik pelayanan publik di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan semakin siap menjadi pemimpin administrator yang adaptif dan inovatif serta mampu mendorong transformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di instansi masing-masing.
Saya juga membetulkan bagian yang sebelumnya menyebut “Dian” sebagai narasumber, karena pada bagian lain narasumber disebut Hari Kurniawan.












