Meulaboh, Independen News – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, M. Priya Nyona Feby, memberikan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi RI) dalam mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi di Aceh pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah.
Feby menilai, kehadiran langsung Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria di Aceh merupakan bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap daerah yang sedang berjuang memulihkan kondisi pascabencana.
“Kita mengapresiasi langkah cepat Kementerian Komdigi yang langsung turun ke Aceh. Di saat jaringan komunikasi lumpuh, masyarakat sangat membutuhkan akses informasi yang stabil. Ini bentuk kehadiran negara yang sesungguhnya,” ujar Feby di Meulaboh, Rabu (3/12/2025).
Sebelumnya, Wamen Komdigi Nezar Patria menyampaikan bahwa dari total 3.414 Base Transceiver Station (BTS) di Aceh, 51 persen telah kembali aktif, dan pemerintah menargetkan 75 persen jaringan pulih dalam dua hari ke depan.
Menurut Feby, kondisi padamnya listrik di sejumlah wilayah memang menjadi kendala utama yang memperlambat proses perbaikan jaringan. Karena itu, ia juga mendorong sinergi antara Komdigi dan PLN agar proses pemulihan bisa berjalan paralel.
“Telekomunikasi dan listrik itu satu kesatuan. Kita harapkan koordinasi keduanya semakin erat. Begitu listrik pulih, maka komunikasi masyarakat, pemerintah, hingga relawan di lapangan bisa berjalan lancar kembali,” ujarnya.
Feby juga menyoroti pentingnya layanan komunikasi gratis seperti Starlink yang diberikan untuk posko-posko tanggap darurat. Ia berharap layanan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan publik dan tidak disalahgunakan.
“Kita mendukung langkah penggunaan Starlink gratis di posko bencana. Tapi perlu pengawasan agar benar-benar digunakan untuk kebutuhan kemanusiaan, bukan komersial. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi sulit untuk mencari keuntungan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Feby meminta agar Komdigi tidak hanya fokus pada pemulihan sementara, tetapi juga memperkuat infrastruktur digital di daerah rawan bencana seperti Aceh Barat. Menurutnya, bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi harus menjadi pelajaran penting dalam membangun sistem komunikasi yang tangguh.
“Setelah semua pulih, kita perlu evaluasi. Infrastruktur digital di Aceh, terutama di wilayah barat dan tengah, harus lebih kuat menghadapi kondisi ekstrem. Jangan sampai setiap bencana kita selalu mulai dari nol,” tutupnya.
Sebelumnya, Wamen Komdigi Nezar Patria bersama Sekda Aceh M. Nasir dan Kadis Kominsa Aceh Edi Yandra telah meninjau Media Center Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh di Kantor Gubernur Aceh, serta menyerahkan dua unit Starlink hibah dari Lintasarta untuk memperkuat layanan komunikasi di wilayah terdampak.














