Banda Aceh, Independen News – Di balik perjalanan panjang mencari nafkah di negeri orang, tersimpan harapan sederhana seorang ayah: ingin melihat anak semata wayangnya mendapatkan pendidikan dan masa depan yang lebih baik. Namun, takdir berkata lain. Kondisi kesehatan yang terus menurun membuat perjuangan Kamisdar (36), warga Gampong Jambo Papan, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, harus terhenti sementara di Malaysia.
Kamisdar, seorang duda yang telah lebih dari satu tahun mengadu nasib di Malaysia, selama ini berjuang mencari penghidupan demi memenuhi kebutuhan keluarga dan mewujudkan cita-cita anak semata wayangnya agar dapat mengenyam pendidikan dengan lebih terjamin.
Namun, sejak sekitar tiga bulan terakhir, ia mulai mengalami gangguan kesehatan. Kondisinya semakin memburuk dalam satu bulan terakhir, ditandai dengan batuk dan sesak napas. Situasi tersebut membuat dirinya membutuhkan perawatan dan pengobatan lebih lanjut di tanah kelahirannya.
Kabar kondisi Kamisdar kemudian sampai kepada pihak keluarga di kampung halaman. Beberapa hari sebelumnya, keluarga menemui Keuchik Jambo Papan, Samsul Anwar, untuk menyampaikan keadaan Kamisdar sekaligus memohon bantuan agar dapat difasilitasi proses pemulangannya dari Malaysia.
Harapan keluarga hanya satu, Kamisdar dapat kembali ke kampung halaman sehingga memperoleh penanganan medis yang lebih dekat dengan keluarga.
Respons Cepat Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan
Merespons permohonan tersebut, pada Kamis, 29 Oktober 2026, Keuchik Samsul Anwar segera mengambil langkah dengan berkomunikasi dan menyampaikan kondisi warganya kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan berkomunikasi dengan Bapak Wakil Bupati Aceh Selatan, H. Baital Mukadis, SE kemudian diarahkan ke Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan.
Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa, kemudian menindaklanjuti informasi tersebut dengan berkomunikasi langsung kepada pimpinan daerah, yakni Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS, SE, M.Sos., serta Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Selatan, Diva Samudera Putra, SE, MM.
Dari komunikasi tersebut diperoleh arahan dan petunjuk agar proses pemulangan Kamisdar segera ditindaklanjuti melalui fasilitasi pembiayaan yang bersumber dari dana zakat Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan.
Langkah cepat tersebut menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan perhatian kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan, termasuk warga yang berada di luar negeri dan membutuhkan pertolongan kemanusiaan.
Setelah proses administrasi dan berbagai dokumen perjalanan diselesaikan di Malaysia, akhirnya Kamisdar dapat diberangkatkan menuju Indonesia.
Tiba di Banda Aceh Menggunakan Pesawat AirAsia
Kabar yang dinantikan keluarga akhirnya terwujud.
Pada Selasa, 3 November 2026, Kamisdar bertolak dari Kuala Lumpur, Malaysia, menggunakan pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan AK-421.
Pesawat tersebut berangkat dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA2) pada pukul 16.45 waktu setempat dan tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, sekitar pukul 17.20 WIB.
Kedatangannya disambut langsung oleh Keuchik Jambo Papan bersama perwakilan keluarga serta pengurus Rumah Singgah Griya Tuan Tapa Banda Aceh.
Untuk selanjutnya, Kamisdar difasilitasi menggunakan Mobil Layanan Rumah Singgah Griya Tuan Tapa Banda Aceh menuju tempat istirahat sementara.
Bagi keluarga, kepulangan Kamisdar bukan sekadar perjalanan dari Malaysia ke Aceh. Lebih dari itu, kepulangan tersebut menjadi awal harapan baru untuk mendapatkan pengobatan, berkumpul kembali dengan keluarga, dan melanjutkan kehidupan setelah melewati masa sulit di perantauan.
Apresiasi kepada Pemerintah dan Seluruh Pihak yang Membantu
Keuchik Jambo Papan, Samsul Anwar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan atas respons cepat terhadap kondisi warganya.
Menurutnya, tanpa menunggu waktu lama, proses pengurusan dan pencairan dana dapat segera dilakukan sehingga berbagai kebutuhan administrasi, dokumen perjalanan, dan proses pemulangan Kamisdar di Malaysia dapat diselesaikan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Aceh Selatan, Wakil Bupati Aceh Selatan, Sekretaris Daerah, Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan dukungan.
Pihak keluarga Kamisdar turut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas kepedulian semua pihak yang telah membantu kepulangan anggota keluarga mereka.
Apresiasi secara khusus disampaikan kepada Keuchik Jambo Papan, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, Baitul Mal Aceh Selatan, serta pengelola Rumah Singgah Griya Tuan Tapa Banda Aceh yang telah memberikan pelayanan dan pendampingan.
Menunggu Langkah Pengobatan Selanjutnya
Untuk sementara waktu, Kamisdar akan beristirahat di Rumah Singgah Griya Tuan Tapa Banda Aceh, yang berlokasi di Jalan Metro, Gampong Beurawe, Banda Aceh.
Keuchik Samsul Anwar menyampaikan bahwa pada Rabu pagi, 4 November 2026, pihaknya bersama keluarga akan melakukan diskusi untuk menentukan langkah penanganan medis selanjutnya.
Ada dua alternatif fasilitas kesehatan yang akan dipertimbangkan, yakni membawa Kamisdar ke IGD RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh atau ke IGD RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan, dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan dan kebutuhan penanganan medis yang bersangkutan.
Harapannya, Kamisdar segera mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat agar kondisi kesehatannya dapat berangsur membaik.
Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Wilayah
Kisah pemulangan Kamisdar menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama tidak boleh dibatasi oleh jarak dan wilayah. Seorang warga yang sedang menghadapi kesulitan, meskipun berada jauh di negeri orang, tetap merupakan bagian dari keluarga besar masyarakat Aceh Selatan yang patut mendapatkan perhatian.
Di balik penggunaan dana zakat untuk membantu pemulangan ini, terdapat nilai penting bahwa zakat bukan hanya tentang menyalurkan bantuan, tetapi juga menghadirkan harapan, melindungi kehidupan, dan membantu mereka yang sedang berada dalam kondisi sulit.
Perjalanan Kamisdar dari Malaysia menuju kampung halaman mungkin telah selesai. Namun, perjuangannya untuk kembali sehat masih membutuhkan dukungan dan doa dari banyak pihak.
Semoga kepulangan ini menjadi awal kesembuhan, dan semoga kelak ia kembali dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik serta melanjutkan harapan besarnya untuk masa depan sang buah hati.
Karena pada akhirnya, kepedulian bukan hanya tentang seberapa besar bantuan yang diberikan, tetapi tentang seberapa cepat kita hadir ketika seseorang benar-benar membutuhkan pertolongan.






