Meulaboh, Independen News – Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil SH membuka kegiatan Third Meulaboh International Conference On Islamic Studies (Miconis) 2026 di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh pada Selasa (3/11/2026).
Said mengatakan, tema Miconis tahun ini yaitu Islamic Studies For Global Transformation: Knowledge, Justice, Sustainability, And Digital Civilization sangat relevan dengan perkembangan zaman saat ini.
“Kita sedang menghadapi perubahan besar akibat kemajuan teknologi digital dan kecerdasan buatan yang telah memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan. Bagi Pemkab Aceh Barat Transformasi digital merupakan bagian penting dalam mendorong pembangunan daerah,” kata Said.
Namun kata Said, kemajuan teknologi harus diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia, pendidikan yang berkualitas serta kemampuan berinovasi, dan dalam hal ini, perguruan tinggi memiliki peran strategis.
“Kami berharap STAUN Teungku Dirundeng Meulaboh dapat terus berkontribusi melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sehingga ilmu pengetahuan yang dikembangkan dapat memberikan solusi bagi berbagai tantangan pembangunan daerah,” kata Said.
Di sisi lain kata Said, kita juga harus memastikan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tetap berpijak pada nilai – nilai agama. Bagi Aceh Barat, pembangunan harus berjalan seiring dengan penguatan syariat islam, pembentukan akhlak serta peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
“Karena itu kami berharap Miconis dapat melahirkan gagasan dan rekomendasi yang tidak hanya memperkaya kajian akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pendidikan, masyarakat, dan pembangunan daerah,” katanya.
Selain itu kata Said, dia berharap hasil konferensi tersebut dapat ditindaklanjuti melalui kolaborasi nyata antara perguruan tinggi, pemerintah dan berbagai pihak dalam menjawab tantangan pendidikan, transformasi digital serta penguatan nilai – nilai islam di tengah masyarakat.
“Kami juga berharap STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh dapat terus berkembang menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan kajian keislaman yang mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan Aceh Barat, Aceh dan Indonesia,” ujar Said.







