70 Tenaga Konstruksi Aceh Barat Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Gelombang III

MEULABOH, Independen News – Sebanyak 70 tenaga teknis konstruksi di Kabupaten Aceh Barat mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi Gelombang III yang digelar selama dua hari, 10–11 Agustus 2026, di Aula Dinas PUPR Aceh Barat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas PUPR dalam meningkatkan kualitas, kompetensi, profesionalisme, serta keselamatan tenaga kerja di bidang konstruksi.

Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, ST, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan dan sertifikasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi tenaga konstruksi sehingga dapat diterapkan secara profesional di dunia kerja.

“Pelaksanaan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas PUPR dalam rangka meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia di bidang konstruksi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang jasa konstruksi. Menurutnya, keberadaan tenaga konstruksi yang kompeten dan memiliki sertifikasi sangat penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas.

Dalam pelatihan gelombang ketiga ini, terdapat empat bidang kompetensi yang dibuka, yakni Pelaksana Lapangan Pekerjaan Gedung Level 5, Pelaksana Lapangan Pekerjaan Jalan Level 5, Pelaksana Pemeliharaan Jembatan Level 6, serta Supervisor K3 Konstruksi Level 6.

“Harapan kami, seluruh peserta dapat mengikuti proses ini dengan baik, lulus dan mendapatkan sertifikasi, kemudian mampu menerapkannya dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan,” kata Fadly.

Tingkatkan Daya Saing Tenaga Kerja

Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP, MM yang diwakili Asisten II Setdakab Aceh Barat, Wistha Nowar, S.Pt., M.Si., saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, pelatihan sertifikasi kompetensi memiliki sejumlah manfaat penting bagi tenaga kerja konstruksi.

Menurutnya, dua tujuan utama kegiatan tersebut adalah meningkatkan kualitas pekerjaan serta menjamin keselamatan dan kesehatan kerja. Selain itu, sertifikasi juga diharapkan dapat meningkatkan peluang kerja dan pendapatan tenaga konstruksi.

“Jangan sampai Aceh Barat tidak memiliki tenaga pekerjaan konstruksi yang memiliki kompetensi sehingga kalah bersaing. Kalau kita kalah bersaing dalam dunia konstruksi, maka upaya mengurangi pengangguran juga semakin sulit,” ujar Wistha.

Ia menilai peningkatan kompetensi tenaga konstruksi sangat penting seiring dengan besarnya kebutuhan pembangunan infrastruktur di daerah. Tenaga kerja yang memiliki keahlian dan sertifikasi diharapkan mampu menghasilkan pekerjaan yang lebih berkualitas dan memenuhi standar keselamatan.

Wistha juga mengingatkan para peserta agar tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan, tetapi turut memperhatikan kualitas, desain, kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat, serta karakter daerah dalam setiap pembangunan.

Pemkab Dorong Tenaga Konstruksi Bersertifikat

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas PUPR berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas tenaga konstruksi. Bahkan, Dinas PUPR membuka peluang pelaksanaan gelombang pelatihan berikutnya dengan cakupan peserta yang lebih luas.

Kepala Dinas PUPR Aceh Barat menyampaikan bahwa pihaknya tidak ingin kegiatan tersebut berhenti pada satu gelombang saja. Ke depan, pelatihan diharapkan dapat ditingkatkan hingga tingkat regional, termasuk wilayah Barat-Selatan Aceh, apabila mendapat dukungan dari Balai Jasa Konstruksi.

“Ke depan kami akan terus meningkatkan kompetensi yang ada, supaya tenaga konstruksi bisa bekerja tepat kegiatan, tepat mutu, tepat pelaksanaan, dan yang paling penting keselamatan kerja,” katanya.

Kegiatan pelatihan dan sertifikasi tersebut turut didukung oleh tim asesor dari lembaga sertifikasi profesi dan asosiasi terkait. Para asesor nantinya melakukan penilaian terhadap kompetensi peserta sesuai bidang yang diikuti.

Pada kesempatan tersebut, Asisten II Wistha Nowar secara resmi membuka Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Kerja Konstruksi bagi tenaga teknis konstruksi jenjang 4, 5 dan 6.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan semakin banyak tenaga konstruksi yang profesional, kompeten dan bersertifikat, sehingga mampu berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur daerah sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *