Meulaboh, Independen News – Tiga organisasi kepemudaan di Kabupaten Aceh Barat berhasil meraih penghargaan berupa uang tunai atas kritik membangun dan solusi yang mereka sampaikan kepada Pemerintah Daerah. Penghargaan ini diberikan dalam kegiatan Diskusi Pemuda Siaga Bencana dan Kritik Pemerintah, yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Aceh Barat pada Desember 2025 lalu.
Dalam kegiatan yang berlangsung di aula dinas tersebut, sejumlah organisasi diberikan kesempatan untuk menyampaikan kritik, gagasan, dan solusi terhadap berbagai persoalan daerah, khususnya yang berkaitan dengan peran pemuda dalam pembangunan dan penanggulangan bencana.
Dari seluruh peserta, panitia memilih tiga organisasi terbaik yang dinilai memberikan kritik konstruktif dan solusi aplikatif bagi kemajuan Aceh Barat.
- Juara 1: Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Aceh Barat – Rp 5.000.000
- Juara 2: Organisasi Orang Muda Seudang – Rp 3.500.000
- Juara 3: Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Aceh Barat – Rp 2.500.000
Kepala Disparpora Aceh Barat, Said Azmi, SE, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta yang telah berani memberikan kritik dan masukan kepada pemerintah dengan cara yang elegan dan membangun.
“Kritik yang disampaikan para pemuda bukan untuk menjatuhkan, tetapi justru menjadi bahan introspeksi dan perbaikan bagi pemerintah daerah. Ini contoh nyata bahwa pemuda Aceh Barat memiliki semangat kritis sekaligus solutif,” ujar Said Azmi.
Sementara itu, penerima hadiah mewakili juara pertama, Waka Humas Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Aceh Barat, Said Mardha, ST, M.Si, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.
“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkontribusi melalui ide, kritik, dan aksi nyata yang dapat membantu pemerintah dalam membangun daerah. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut agar pemuda bisa lebih aktif memberikan solusi terhadap persoalan masyarakat,” ungkap Said Mardha.
Kegiatan ini juga diindikasikan langsung sebagai bagian dari program Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM dan Said Fadhiel SH, bahwa dalam enam bulan sekali akan dilaksanakan kegiatan serupa yang memberikan ruang kepada OKP dan ormas untuk mengkritik pemerintah daerah secara terbuka dan membangun.
Pemerintah Aceh Barat menegaskan bahwa mereka bukan anti kritik. Justru, menurut Said Azmi, pihak yang memberikan kritik membangun akan diberikan penghargaan, sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian dan kontribusi dalam mendorong perbaikan kinerja pemerintah.
“Kami tidak anti kritik. Bahkan, yang berani mengkritik dengan solusi, justru dibayar dan diapresiasi. Tapi tentu yang membangun, bukan yang menjatuhkan,” tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang berkelanjutan bagi generasi muda untuk menyalurkan aspirasi secara positif, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam memajukan Aceh Barat.








